Menuju konten utama
Final Liga Champions 2018/2019

Jelang Tottenham vs Liverpool: Asa Klopp Hapus Kutukan Sejarah

Jurgen Klopp punya sejarah buruk di final. Ia sudah 6 kali membawa klub yang dibesutnya ke final berbagai ajang, namun selalu gagal meraih juara sejak 2012.

Jelang Tottenham vs Liverpool: Asa Klopp Hapus Kutukan Sejarah
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp memegang medali tempat kedua ia berjalan melewati trofi setelah Liga Champions Real Madrid dan final sepak bola Liverpool di Stadion Olimpiyskiy di Kiev, Ukraina, Sabtu, 26 Mei 2018. AP / Pavel Golovkin

tirto.id - Jurgen Klopp punya asa khusus di laga final Liga Champions 2019 antara Tottenham Hotspur vs Liverpool yang akan digelar di Madrid, Spanyol, pada Minggu (1/6/2019) dini hari nanti. Manajer The Reds asal Jerman ini ingin menghapus kutukan sejarah sebagai Mr. Runner-up dengan membawa Liverpool menjadi juara Liga Champions 2019.

Sejak melatih Borussia Dortmund hingga kini di Liverpool, Klopp sudah enam kali membawa klub asuhannya sampai ke final. Sayangnya, enam kesempatan itu belum ada yang dituntaskannya dengan raihan trofi juara: tiga kali di Dortmund dan tiga kali lainnya di Liverpool. Julukan Mr. Runner-up pun seolah melekat kepadanya.

Terakhir kali Klopp bisa membawa timnya menjadi juara adalah pada 2012. Di final DFB Pokal saat itu, Dortmund menghajar Bayern Munchen dengan skor 5-2. Setahun setelahnya, Klopp seperti mendapatkan kutukan. Final Liga Champions 2013 diingat betul oleh Klopp ketika Dortmund kalah 1-2 dari Bayern Munchen di Stadion Wembley.

Di Final DFB Pokal 2014, saat Dortmund kembali dipertemukan dengan Bayern Munchen, Klopp ingin menebusnya. Sial bagi Klopp karena dua gol Arjen Robben dan Thomas Muller di masa tambahan waktu membuat Die Rotten mengunci gelar juara dengan skor 2-0.

Musim berikutnya, Klopp kembali mengantar Dortmund ke final di ajang yang sama. Tapi, hasilnya pun serupa lantaran skuad asuhannya dihajar Wolfsbug 3-1. Di akhir musim itu, Klopp hengkang dari Dortmund dan menerima pinangan Liverpool untuk menggantikan Brendan Rodgers.

Sama Saja di Liverpool

Musim pertama Klopp bersama The Reds tampak berjalan baik dengan keberhasilan menembus partai puncak EFL Cup 2015. Sayangnya, di sana ada Manchester City yang menang 1-3 lewat adu tendangan penalti. Sebelumnya, kedua tim hanya sanggup bermain imbang 1-1 sampai 120 menit.

Masih di musim yang sama, Klopp juga sukses mengantar Liverpool ke final Liga Eropa 2015. Kali ini Sevilla yang menjadi lawan. Asa Klopp untuk mengakhiri tren buruknya terbuka lebar ketika The Reds unggul melalui Daniel Sturridge. Tapi di babak kedua, Sevilla membalikkan skor menjadi 1-3 lewat gol Kevin Gameiro dan dua gol dari Coke.

Final Liga Champions 2018 seolah melengkapi kesialan Klopp ketika Liverpool bersua dengan Real Madrid. Mohamed Salah dan kawan-kawan harus menyerah 1-3 dari skuad asuhan Zinedine Zidane.

Kini, Klopp akan menjalani final ke-7 dalam kariernya sejak terakhir kali juara pada 2012 silam. Ini juga merupakan final Liga Champions ketiga baginya. Kali ini, Liverpool bakal menghadapi sesama wakil Premier League, Tottenham Hotspur.

“Sudah jelas bahwa karier saya selama ini penuh dengan ketidakberuntungan. Sejak tahun 2012, kecuali tahun 2017, tim yang saya asuh selalu mencapai babak final. Mungkin saat ini saya memegang rekor sebagai sosok yang hanya bisa menang sampai semifinal. Saya ingin menuliskan rekor tersebut ke dalam sebuah buku. Tapi barangkali tidak ada orang yang mau membelinya,” ujar Klopp kepada situs resmi Liverpool.

Mampukah Klopp kali ini benar-benar klop dengan Liverpool demi mengakhiri kutukannya sebagai pelatih spesialis runner-up?

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Penulis: Wan Faizal
Editor: Iswara N Raditya