Jelang Hari Raya Nyepi, Ribuan Kendaraan Keluar dari Bali

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 16 Maret 2018
Ribuan kendaraan keluar dari Bali menjelang hari raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (17/3). Antrean panjang terlihat di pelabuhan Gilimanuk.
tirto.id - Menjelang Hari Raya Nyepi, ribuan kendaraan berbagai jenis keluar dari Bali hingga menyebabkan antrean cukup panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Pantauan di lapangan, antrian kendaraan mulai terjadi Kamis (15/3) petang, dan diprediksi puncak antrian terjadi Jumat (16/3) malam ini atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Sabtu (17/3).

"Agar cepat terurai, kami melakukan pengalihan arus lalu lintas. Khusus kendaraan kecil, diarahkan melewati gang-gang perkampungan yang tembus ke pelabuhan," kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris I Nyoman Subawa.

Untuk jalan raya utama Denpasar-Gilimanuk yang langsung menuju pelabuhan, menurutnya, hanya diperbolehkan bagi truk, kendaraan besar serta sepeda motor.

Ia mengatakan, antrian panjang kendaraan ini tidak terjadi terus menerus, melainkan ada jeda waktu sehingga pengaturan kendaraan lebih mudah dilakukan.


Sementara Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk Heru Wahyono mengatakan, untuk mempercepat penyeberangan pihaknya mengerahkan 32 unit kapal dengan seluruh loket beroperasi.

Lonjakan kendaraan yang keluar Bali terjadi setiap menjelang Hari Raya Nyepi, dengan puncak sehari sebelum hari raya tersebut.

Pada perayaan Nyepi kali ini, pemerintah telah sepakat untuk mematikan layanan internet selama sehari penuh yang diimbau oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sebelumnya, terdapat Seruan Bersama Majelis Agama Dan Keagamaan Provinsi Bali 2018. Salah satu isi dari seruan itu yakni meminta agar layanan internet dimatikan selama Hari Raya Nyepi.

Penyelenggara telekomunikasi penyedia layanan internet di Bali diimbau untuk mematikan internet mulai tanggal 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA sampai dengan 18 Maret 2018, pukul 06.00 WITA.

Meski demikian, tak semua layanan internet akan dimatikan. Kominfo berharap agar layanan akses internet untuk obyek-obyek vital serta layanan kepentingan umum lainnya tetap ada.


Baca juga artikel terkait HARI RAYA NYEPI atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo