Jejak Kontroversial Boateng & Langkah Aneh Barca di Bursa Transfer

Oleh: Fitra Firdaus - 22 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Kevin Prince Boateng memiliki jejak kontroversial yang panjang sebelum bergabung ke Barcelona sebagai pemain pinjaman di bursa transfer musim dingin 2019.
tirto.id - Kevin Prince Boateng resmi dipinjam Barcelona dari Sassuolo hingga akhir musim 2018/2019. Keputusan Barca memakai jasa Boateng cukup tidak biasa jika melihat deretan kontroversi yang pernah dilakukan oleh mantan pemain AC Milan dan Tottenham ini.

"Jangan tanya saya tentang Real Madrid. Saya hanya ingin fokus ke Barcelona, dan saya harap bisa mencetak gol di Bernabeu di El Clasico berikutnya," kata Boateng kepada Sky Sports Italia pada Senin (21/1) waktu setempat usai dipastikan bergabung ke Barca.

Ucapan Kevin Prince Boateng itu sedikit banyak mengingatkan penggemar Barcelona pada kalimat Arturo Vidal ketika pertama kali bergabung ke Barca. Diwawancarai Mundo Deportivo (24/8/2018), Vidal tidak segan-segan langsung menyerang Real Madrid sang rival abadi Barcelona.

"Saya ingin memenangi segalanya. Gelar favorit saya adalah Liga Champions. Jika ada VAR, Bayern akan memiliki tambahan dua gelar Liga Champions, sedangkan Real Madrid, kehilagnan dua gelar," kata Vidal kala itu.

Sekarang, dua pemain yang bertipe "meledak-ledak" di lapangan itu, bersatu di Barcelona. Setidaknya selama enam bulan, jika Barca tidak mengaktifkan klausul pembelian Kevin Prince Boateng yang sebesar 8 juta Euro.

Agar Kejadian di Olimpico Tidak Terulang
Bukan hanya karakternya yang "kurang cocok" dengan kumpulan "anak baik" jebolan akademi La Masia di Barcelona. Boateng juga sudah berusia 32 tahun, masa-masa keemasannya tampak sudah berlalu. Ia juga bukan penyerang, yang seharusnya menjadi target klub setelah Munir El Haddadi menyeberang ke Sevilla.

Namun, Manuel Malagon dari Marca punya pendapat sendiri. Menurutnya, kemungkinan Boateng didatangkan agar target utama Barcelona musim ini, juara Liga Champions, tidak lepas lagi.

Musim lalu, Barcelona terlihat tangguh di Liga Champions, bahkan hingga leg pertama perempat final ketika menang 4-1 dari AS Roma. Namun, tragedi di Olimpico yang membuat tim itu kalah 3-0, dan gagal lolos ke semifinal via agresivitas gol tandang, menciptakan trauma tersendiri.

Hal itu diungkit Lionel Messi, yang musim ini menjadi kapten Barcelona dalam wawancara dengan Catalunya Radio, "Musim ini, tiba waktunya juara Liga Champions. Kami merasakan tiga musim beruntun selalu gugur di perempat final.

"Musim lalu adalah yang terburuk, karena hasil yang kami dapatkan di leg pertama, dan cara laga bergulir di leg kedua," tambah La Pulga.

Menurut Manuel Malagon, Vidal dan Boateng akan berperan penting dalam laga sistem gugur yang krusial seperti saat Barca melawan Roma. Keduanya adalah individual berpengalaman yang masih di level bagus, dan memiliki mental yang tangguh.

Jejak Kontroversial Boateng
Namun, ambisi Barcelona menjuarai Liga Champions dengan mendatangkan Boateng bukannya tanpa risiko. Dalam sejarah kariernya, sang gelandang sering berbuat kontroversial.

Di final Piala FA 2010, ketika Portsmouth berjumpa Chelsea, Boateng mencederai Michael Ballack. Akibatnya, gelandang yang saat itu kapten Jerman, absen di Piala Dunia 2010.

Boateng kemudian beberapa kali meminta maaf, sementara agen Ballack menudingnya sengaja melanggar. Belakangan Boateng menyebut, "Ironinya adalah, saya menerima beberapa pesan dari pemain internasional Jerman yang nadanya, "bagus juga dia (Ballack) tidak ambil bagian (di skuat Piala Dunia 2010)."

Kontroversi lain adalah, ketika Kevin Prince Boateng dicoret dari skuat Ghana di Piala Dunia 2014. Pelatih Ghana saat itu, Kwesi Appiah beralasan, Boateng bersama Sulley Ali Muntari menghinanya secara verbal. Namun, Boateng punya kisah tersendiri.

"Sulley Muntari dan saya hanya bercanda, pelatih menghentikan sesi latihan dan mengirim kami kembali ke ruang ganti. Setelah itu saya mendatanginya dan bertanya. Dia mulai berteriak. Dia menghina saya," ungkap Boateng dikutip Bild.

Di level klub, Kevin Prince Boateng sudah bergabung dengan 10 klub berbeda di empat liga elite Eropa. Perjalanan kariernya dimulai dari Hertha Berlin di Liga Jerman, sempat memperkuat Portsmouth, AC Milan, kemudian Las Palmas.

Sebelum bergabung ke Barcelona, Kevin Prince Boateng tampil 13 kali di Liga Italia, mencetak 4 gol dan menyumbangkan 1 assist. Ia mendapatkan nilai 6,71 oleh Whoscored dan hanya masuk 10 besar pemain terbaik di timnya sendiri.

Namun, pengalaman dan kerasnya mental Boateng --hal yang membuatnya kontroversial selama ini-- bakal digunakan Barcelona setidaknya selama enam bulan ke depan, demi gelar Liga Champions keenam yang tidak kunjung datang.

Baca juga artikel terkait LIGA SPANYOL atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Fitra Firdaus