Jason Momoa Belum Bisa Syuting Aquaman 2 karena Ditabrak Buldoser

Oleh: Arinta Wijaya Murti - 12 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jason Momoa menyatakan ia belum bisa memulai pengambilan gambar Aquaman 2 karena ditabrak buldoser.
tirto.id - Aktor Jason Momoa, direncanakan kembali membintangi Aquaman 2 yang akan rilis pada 16 Desember 2022. Namun sang pemeran utama itu belum lama ini menyatakan belum bisa memulai syuting film. Pernyataan tersebut disampaikan secara terang-terangan dalam unggahannya di akun Instagram.

Dilansir Antara News, Jason menyatakan ia belum bisa memulai pengambilan gambar Aquaman 2 karena "ditabrak buldoser" saat menghentikan pembangunan konstruksi teleskop raksasa di Hawaii.

“Maaf Warner Bros, kami tidak biasa syuting Aquaman 2. Karena Jason ditabrak buldoser ketika mencoba menghentikan pembangunan di tanah tempat asalnya. INI TIDAK TERJADI. KAMI TIDAK MEMBIARKAN KAMU MELAKUKAN INI. Cukup sudah. Pergi ke tempat lain,” tulis Momoa di Instagram.

Dalam unggahan lanjutan, Momoa meminta para penggemar untuk mendukung gerakan protes, dan menulis, “Selama masa ini, kami mencoba untuk menyatukan orang-orang yang lahir baik Kanaka dan Hawaii sama-sama untuk melindungi tidak hanya Mauna, tetapi juga cara hidup kita dan sumber daya alam terhebat di Hawaii secara keseluruhan."

Momoa telah menghabiskan beberapa minggu di titik tertinggi di negara bagian Hawaii, Mauna Kea, dalam upaya untuk menghentikan pembangunan Thirty Meter Telescope (TMT), sebuah proyek ilmiah senilai 1,4 miliar dolar AS yang ditanggung sekelompok universitas di California dan Kanada yang bermitra dengan China, India, dan Jepang.

Aktor Dwayne “The Rock” Johnson juga telah memprotes pembangunan teleskop bulan lalu, ia melakukan kunjungan kejutan ke gunung berapi yang tidak aktif di Hawaii itu.

“Jelas, saya sudah mengikuti ini selama bertahun-tahu sekarang—lebih lagi karena semuanya telah meningkat baru-baru ini—tetapi ketika Anda datang ke sini ke Mauna Kea Anda menyadari itu lebih besar dari teleskop,” kata Johnson, dikutip dari Hawaii News Now.

“Itu adalah kemanusiaan. Itu adalah budaya. Adalah orang-orang, orang-orang Polinesia, yang rela mati di sini untuk melindungi tanah ini. Tanah yang sangat suci ini," tambahnya.

Dilansir Los Angeles Time, puncak gunung berapi dipilih sebagai situs teleskop pada 2009. Pada 2014, pengunjuk rasa mengganggu upacara pemberkatan, dan pada 2015 pengunjuk rasa ditangkap karena memblokir akses ke situs terpencil, menyebabkan konstruksi berhenti.

Beberapa bulan kemudian, ada lebih banyak penangkapan dan kru harus ditarik kembali. Mahkamah Agung Hawaii telah memutuskan konstruksi itu legal.


Baca juga artikel terkait FILM BOX OFFICE atau tulisan menarik lainnya Arinta Wijaya Murti
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Arinta Wijaya Murti
Penulis: Arinta Wijaya Murti
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight