Jangan Khawatir, Seks Saat Hamil Umumnya Tak Membahayakan

Infografik seks saat Hamil
Ilustrasi. iStockphoto/GettyImages
Oleh: Aditya Widya Putri - 20 Oktober 2018
Dibaca Normal 2 menit
Jika tak ada kondisi khusus, hubungan seks malah bisa membantu induksi sebelum melahirkan.
tirto.id - Berhubungan seksual saat hamil bagi sebagian pasangan terlihat menakutkan. Beberapa mitos disebut laman NHS, misalnya: penis menembus plasenta, seks menyakiti bayi, atau bayi akan mengetahui hubungan seksual orangtuanya. Padahal, hubungan seksual selama kehamilan justru mempermudah jalan lahir saat persalinan nanti.

Manfaat berhubungan seks saat hamil ini pernah dirasakan oleh Anggun. Saat hamil anak pertama, ia mengaku sempat tak berhasrat melakukan aktivitas seksual hingga kehamilan trimester kedua. Namun, pada trimester ketiga, terutama menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), ia dan pasangannya malah melakukan aktivitas seksual secara teratur: pagi dan malam hari.

“Masuk 38 minggu, pada jam 12 malam langsung terasa kontraksinya,” cerita Anggun.

Dokter Merwin Tjahjadi, Sp. OG menguraikan lebih lanjut tentang manfaat seks selama kehamilan. Dokter kandungan yang berpraktek di RSPI ini menjelaskan bahwa aktivitas seksual paling aman dilakukan setelah trimester pertama. Di waktu tersebut, gejala kehamilan seperti mual dan pusing yang dirasakan ibu sudah berkurang.

Hormon estrogen juga lebih tinggi. Aliran darah banyak mengarah ke vagina, payudara mulai membesar, sementara bentuk tubuh belum terlalu besar, sehingga masih mudah bergerak bebas.


Meski secara umum aktivitas seksual saat hamil aman dilakukan, tapi Merwin menyarankan pasangan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Masih dilansir dalam laman NHS, terdapat kondisi khusus, misalnya jika ibu hamil mengalami pendarahan vagina, letak plasenta rendah, atau terdapat kumpulan darah (hematoma).

Jika aktivitas seksual tetap dijalankan dalam kondisi-kondisi itu, ibu berisiko mengalami pendarahan lebih parah. Kondisi lain yang tak kalah membahayakan adalah air ketuban pecah yang mengakibatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

“Bakteri bisa naik ke atas dan [membuat] infeksi janin, jadi aktivitas seksual sebaiknya tidak dilakukan,” kata Merwin kepada Tirto.

Persalinan dini atau keguguran juga dapat dipicu oleh masalah mulut rahim menutup, janin kembar, dan riwayat persalinan dini.

Namun, jika kehamilan dideteksi normal dan tidak memiliki komplikasi, berhubungan seksual dan orgasme tidak menimbulkan masalah. Ia hanya memicu kontraksi ringan, membuat otot rahim menegang, dan rasa tidak nyaman. Namun, kondisi tersebut cenderung aman. Para ibu hanya butuh berbaring beberapa saat sampai kontraksi berlalu.

“Hubungan seksual memicu mulas, karena mekanisme penetrasi memberi sinyal persalinan,” papar Merwin.

Seks Nyaman dan Aman saat Kehamilan

Selain aktivitas seksual, induksi alami juga dapat dilakukan dengan merangsang payudara. Laman Baby Centre mengungkapkan aktivitas ini dapat mengelabui tubuh seolah sedang menyusui bayi. Mekanisme tersebut melepaskan oksitosin, hormon yang membantu kontraksi. Tenaga kesehatan seringkali menggunakan oksitosin sintetis untuk menginduksi persalinan.

“Rangsangan payudara dapat dilakukan selama satu jam sebanyak tiga kali sehari,” tulis laman tersebut. Namun, lagi-lagi perlu dicatat bahwa hanya kehamilan normal tanpa komplikasi-lah yang dapat melakukan aktivitas ini.

Mekanisme pelepasan hormon oksitosin saat aktivitas seksual atau rangsang puting membuat leher rahim terstimulasi. Ejakulasi menurut laman Baby Centre membuat leher rahim matang dan siap membuka ketika bersalin, sebab di dalam sperma terdapat prostaglandin, bahan kimia pelunak jaringan.




Posisi Aman

Laman tersebut merangkum beberapa posisi yang patut dipertimbangkan pasangan saat melakukan aktivitas seksual saat hamil.

Pertama, posisi misonaris klasik untuk trimester pertama dan kedua. Pada trimester ketiga, posisi ini mesti dihindari karena dapat membuat ibu pusing karena berbaring telentang.

Posisi spooning, perempuan di atas, dan doggy style cocok untuk segala trimester, terutama trimester ketiga ketika kehamilan mulai menyulitkan pasangan untuk berhadapan langsung.

Sementara itu, posisi gunting hanya cocok untuk trimester pertama dan trimester kedua karena pada posisi ini penetrasi cenderung dangkal.

Terakhir, seks dengan posisi diagonal perempuan, cocok diterapkan pada trimester pertama dan kedua. Pada trimester ketiga, posisi ini akan membikin ibu sedikit merasa pusing, tapi dapat diakali dengan meletakkan bantal di punggung bagian atas dan kepala untuk menopang tubuh.

Namun, menurut dokter Merwin, selagi pasangan nyaman aktivitas seksual aman dilakukan dalam berbagai posisi. Khusus seks dengan tujuan induksi alami, ia menyarankan kegiatan tersebut dilakukan teratur pada trimester ketiga akhir.

“Selalu konsultasi, tapi paling ideal di minggu ke 36-37, sudah cukup bulan," imbuh Merwin.

Baca juga artikel terkait SEKS atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight