Jaga Kebersihan Lensa Kontak, Jangan Sampai Mata Luka apalagi Buta

Infografik Cara Menggunakan Lensa Kontak
Ilustrasi Lensa Kontak. FOTO/iStockphoto
Oleh: Widia Primastika - 20 Juni 2019
Dibaca Normal 3 menit
Ada beberapa tip lain yang juga perlu Anda terapkan saat memakai lensa kontak.
tirto.id - “Ketemu pasien anak remaja pakai soft lens warna warni beli di online shop, jarang dibuka, higienitas kurang, sekarang visusnya 1/~,” tulis seorang dokter pada cuitan di akun Twitternya.

Memakai lensa kontak (contact lenses) untuk aktivitas sehari-hari, bukan berarti tanpa risiko. U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan beberapa risiko serius pada mata akibat penggunaan lensa kontak, di antaranya infeksi mata dan luka pada kornea. Tentu saja itu bukan risiko yang bisa disepelekan, karena dapat mengakibatkan kebutaan.

Risiko Penggunaan Lensa Kontak

Dalam sebuah studi yang ditulis oleh K.Y. Loh dan P. Agarwal berjudul “Contact Lens Related Corneal Ulcer” (PDF) (2010), disebut bahwa insiden keratitis mikroba atau peradangan akibat penggunaan lensa kontak kaku berjumlah 2 kasus per 10.000 pengguna per tahun. Pada pemakaian lensa kontak lunak sekali pakai, kasusnya 2,2 sampai 4,1 per 10.000 pemakai per tahun, sedangkan untuk penggunaan lensa kontak jangka panjang, kasusnya 13,3 sampai 20,9 per 10.000 konsumen per tahun.


“Pada mata normal, permukaan kornea terus-menerus dilumasi oleh lapisan air mata. Air mata memainkan peran utama dalam memberikan oksigen yang cukup ke kornea, selain menjaga kelembaban lingkungan. Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan terus menerus lensa kontak semalaman merupakan faktor utama pembentukan ulkus (luka) kornea,” tulis Loh dan Agarwal dalam artikelnya.

Jika kita mengenakan lensa kontak saat tidur, aliran air mata dan pengiriman oksigen ke kornea akan terganggu dan menyebabkan hipoksia dan hiperkapnia epitel kornea, yang berpengaruh terhadap terjadinya nekrosis iskemik.

Tak hanya itu, infeksi bakteri yang terjadi pun bisa sangat parah. Jika tak segera diobati, dalam waktu 24 jam Anda bisa kehilangan penglihatan secara permanen.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi predisposisi ulkus kornea, yakni faktor yang disebabkan oleh lensa kontak dan faktor pemakai. Pada faktor yang disebabkan oleh lensa kontak, faktor-faktor itu adalah penggunaan semalaman, penanganan yang tidak tepat, bahan dan desain lensa, serta pembersih lensa yang tidak steril. Pada faktor pribadi pemakai, kerusakan kornea disebabkan oleh soal kebersihan, keadaan imunosupresif, alergi, mata kering kronis, dan perokok.

Pernyataan Loh dan Agarwal tersebut diperkuat riset yang dilakukan oleh J.K.G. Dart bersama 4 rekannya yang berjudul “Risk Factors for Microbial Keratitis with Contemporary Contact Lenses: A Case-Control Study” (PDF) (2008). Dalam penelitian tersebut, Dart, dkk. menilai risiko relatif keratitis mikroba pada jenis lensa kontak kontemporer dan jadwal pemakaian.

Studi itu dilakukan dengan menyelidiki 367 pengguna lensa kontak yang berkunjung ke Moorfields Eye Hospital dengan keratitis mikroba, baik yang sudah terbukti maupun yang masih diduga. Sebagai responden kontrol, mereka menggunakan 1.069 pasien rumah sakit pengguna lensa kontak, tetapi tidak memiliki gangguan yang terkait dengan penggunaan lensa kontak, serta 639 kontrol berbasis populasi yang dipilih secara acak di area Moorfields, Inggris Raya.

Pada pasien rumah sakit, mereka menyelesaikan kuesioner secara mandiri, sedangkan pada responden kontrol berbasis populasi, mereka melakukan wawancara melalui telepon.

Dart, dkk menemukan bahwa risiko relatif keratitis mikroba akan meningkat secara signifikan dengan lensa kontak sekali pakai harian. Namun, meski risiko keratitis mikroba pada penggunaan lensa kontak kaku lebih sedikit daripada lensa kontak lunak, risiko kebutaan justru sebaliknya. Dalam penelitian ini, mereka juga menemukan bahwa penggunaan lensa kontak saat tidur lebih berisiko 5,4 kali lebih tinggi.


Lensa Kontak untuk Anak-Anak?

Penelitian-penelitian di atas membuktikan penggunaan lensa kontak memiliki risiko bagi kesehatan mata. Lalu, bagaimana jika anak Anda minta dibelikan lensa kontak?

Bernard P. Lepri, seorang dokter mata dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) di Contact Lens and Retinal Devices Branch, menyarankan agar orangtua tidak menuruti keinginan anak jika lensa kontak itu hanya digunakan untuk kepentingan kosmetik, bukan sebagai perangkat medis.

Dalam beberapa kasus, lensa kontak bisa lebih membantu ketimbang kacamata, khususnya bagi anak penderita rabun jauh. Ketika mereka berolahraga, misalnya, lensa kontak jauh lebih aman dari risiko pecah, atau ketika mengemudi. Namun, tentu saja lensa kontak harus digunakan secara aman karena ada risiko cedera serius pada mata yang mungkin terjadi.

“Para profesional perawatan mata biasanya tidak merekomendasikan lensa kontak untuk anak-anak sampai mereka berusia 12 atau 13 tahun, karena risikonya seringkali lebih besar dibanding manfaatnya untuk anak-anak yang lebih kecil,” ujar Lepri dalam artikel yang dipublikasikan di situs resmi FDA.



Sebelum menuruti permohonan anak dalam menggunakan lensa kontak, orangtua harus memberikan berbagai pertimbangan, khususnya ihwal tanggung jawab mereka atas kebersihan pribadi. Lepri pun menyarankan agar orangtua tidak membeli lensa kontak tanpa resep dokter, apalagi membeli dari pemasok atau toko yang tidak jelas izinnya.


Cara Menggunakan Lensa Kontak dengan Aman

Untuk menghindari cedera pada mata American Academy of Ophthalmology (AAO) menganjurkan beberapa cara yang harus diperhatikan, yakni:
  • Jangan membilas atau menyimpan lensa kontak dalam air keran atau air steril atau larutan yang Anda buat sendiri. Gunakan larutan pembersih lensa yang dianjurkan oleh dokter Anda dan gunakan larutan baru setiap kali membersihkan lensa kontak Anda. Jangan gunakan larutan yang lama atau mencampur larutan lama dengan larutan baru.
  • Gunakan metode gosok dan bilas untuk membersihkan lensa kontak Anda. Gosok dengan jari yang bersih, dan bilas lensa dengan larutan sebelum merendam.
  • Ikuti petunjuk dari dokter tentang penyimpanan lensa yang baik.
  • Ujung botol larutan tidak boleh menyentuh permukaan apa pun. Tutup botol degan rapat saat tidak digunakan.
  • Bilas wadah lensa kontak dengan larutan pembersih lensa kontak, biarkan wadah kosong sampai mengering.
  • Ganti wadah tersebut setiap 3 bulan sekali atau segera jika wadah retak atau rusak.
  • Jangan memakai lensa kontak yang telah disimpan selama 30 hari atau lebih tanpa desinfeksi ulang.
  • Kunjungi dokter mata secara teratur untuk memeriksa lensa kontak dan kornea Anda.

Baca juga artikel terkait MATA MINUS atau tulisan menarik lainnya Widia Primastika
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Widia Primastika
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight