Jadwal Tour de France 2020 Diragukan Bisa Digelar Akibat COVID-19

Oleh: Oryza Aditama - 6 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Menteri Olahraga Perancis, Roxana Maracineanu, tak bisa menjamin digelarnya Tour de France 2020 akibat pandemi Corona (COVID-19) yang belum mereda.
tirto.id - Jadwal Tour de France 2020 diragukan pelaksanaannya. Menteri Olahraga Perancis, Roxana Maracineanu, tak bisa menjamin digelarnya salah satu kejuaraan balap sepeda paling bergengsi di dunia itu akibat pandemi Corona (COVID-19) yang belum mereda.

“Banyak yang meminta kepada saya agar Tour de France tetap digelar walaupun tanpa penonton. Saya pun berharap turnamen itu tetap terlaksana, tapi saya tidak yakin. Kita tidak tahu seperti apa kondisinya nanti setelah lockdown,” ujar Roxana Maracineanu, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (5/5/2020).

Awalnya ajang balap sepeda dengan rute mengelilingi Perancis yang dimulai dari Kota Nice tersebut dijadwalkan pada 27 Juni-19 Juli 2020. Namun pihak penyelenggara memundurkan jadwal menjadi 29 Agustus-20 September 2020 untuk mengantisipasi dampak pandemi COVID-19.

Di sisi lain, pemerintah Perancis telah memberlakukan status lockdown sejak 17 Maret 2020 dan rencananya akan memperlonggar kebijakan itu mulai Senin (11/5/2020) pekan depan.

Kebijakan tersebut tidak berpengaruh terhadap kompetisi sepakbola Ligue-1 dan liga rugby yang telah terlebih dulu dihentikan.

Sedangkan untuk ajang balap sepeda Tour de France serta turnamen tenis Grand Slam French Open masih ada opsi untuk digelar tanpa penonton, jika larangan keramaian publik di Perancis akhirnya diperpanjang.

“Sama seperti Tour de France, French Open juga merupakan kejuaraan profesional yang banyak digemari masyarakat," kata Menteri Maracineanu.

"Stadion Roland Garros pun memiliki daya tampung yang besar. Jika penyelenggaraan French Open tanpa penonton merupakan solusi yang buruk, kami akan tetap melakukannya dari pada mempertaruhkan kelangsungan olahraga itu sendiri,” tambahnya.


Pro-Kontra Tour de France 2020

Sebelum ini sejumlah pihak telah menyuarakan pendapat mereka tentang peluang Tour de France digelar tanpa penonton atau bahkan hingga dibatalkan.

Beberapa peserta balap tak sepakat dengan opsi tanpa penonton, hal tersebut dinilai bisa mengurangi esensi dari Tour de France itu sendiri.

“Tanpa penggemar, bukan Tour de France namanya,” tukas Geraint Thomas, juara Tour de France 2018 asal Wales, dikutip dari Antara, Sabtu (11/4/2020).

Jika Tour de France dibatalkan, hal itu dapat memicu krisis finansial terhadap dunia balap sepeda profesional, seperti yang pernah dikatakan oleh Jean-Francois Mignot, peneliti dari Pusat Nasional Penelitian Ilmiah Perancis.

“Pembatalan akan membuka pintu bagi kemungkinan kehancuran ekonomi dari sektor balap sepeda,” ujar Mignot dikutip dari AFP, Selasa (14/4/2020).

Baca juga artikel terkait TOUR DE FRANCE atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight