Jadwal Puasa Bulan Muharram 2020, Termasuk Tasua dan Asyura

Oleh: Abdul Hadi - 10 Agustus 2020
Dibaca Normal 2 menit
Tanggal 1 Muharram 1442 Hijriah akan jatuh pada 20 Agustus 2020. Pada bulan Muharram sejumlah puasa sunah bisa dikerjakan.
tirto.id - Puasa sunah di bulan Muharam amat dianjurkan pengerjaannya. Apalagi, derajat kemuliaan puasa pada bulan Muharam berada setingkat di bawah puasa Ramadan. Hal ini seperti disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:

"Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadan, puasa di bulan apa yang lebih afdal?' Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharam," (H.R. Ibnu Majah).

Anjuran di atas menunjukkan kesunahan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharam karena nilai pahalanya yang tinggi.

Dikutip dari artikel "Tiga Macam Puasa Muharram" di NU Online, sejumlah puasa sunah yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram, ialah puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah), puasa Tasu'a, puasa Asyura, dan puasa sehari setelahnya (tanggal 11 Muharram).


Bacaan Niat Puasa Tasua & Jadwalnya di Muharram 2020

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, puasa pada bulan Muharram sangat dianjurkan. Salah satu puasa sunah yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a.

Waktu pelaksanaan Puasa Tasu'a adalah pada tanggal 9 Muharam. Adapun tahun baru Islam atau tanggal 1 Muharram 1442 Hijriah jatuh pada 20 Agustus 2020. Oleh sebab itu, jadwal pelaksanaan puasa Tasu'a pada tahun ini adalah Jumat, 28 Agustus 2020.

Kesunahan puasa Tasu'a ini tergambar dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA berikut ini:

"Ketika Rasulullah saw berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh para sahabat juga berpuasa, maka mereka berkata: Wahai Rasulullah, hari Asyura itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw bersabda: 'Kalau demikian, Insya Allah tahun depan kita berpuasa [juga] pada hari yang kesembilan'. Ibnu Abbas melanjutkan ceritanya: Tetapi sebelum datang tahun depan yang dimaksud, Rasulullah SAW telah wafat," (H.R. Muslim dan Abu Daud).

Sementara bacaan niat untuk pengerjaan puasa Tasu'a adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala."

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”


Bacaan Niat Puasa Asyura & Jadwalnya di Muharram 2020

Selain puasa Tasua, umat Islam juga disunahkan untuk melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa Asyura sendiri disyariatkan sebelum kewajiban puasa Ramadan, sebagaimana tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah RA:

"Bahwasanya orang-orang Quraisy pada zaman Jahiliah melakukan puasa Asyura, kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar melakukan puasa Asyura tersebut sampai diwajibkan puasa Ramadan, dan Rasulullah SAW mengatakan: 'Barang siapa yang ingin melakukan puasa Asyura silahkan, dan barang siapa yang tidak ingin melakukannya silahkan berbuka'," (H.R. Bukhari dan Muslim).

Selain hadis di atas, masih ada sejumlah hadis lain yang menunjukkan keutamaan puasa Asyura. Salah satunya adalah hadis di dalam shahih Bukhari dari Ibnu Abbas RA, sebagai berikut:

"Nabi Muhammad SAW datang ke kota Madinah. Beliau kemudian melihat orang Yahudi puasa pada hari Asyura. Lalu Rasulullah bertanya ‘Ada kegiatan apa ini?’ Para sahabat menjawab ‘Hari ini adalah hari baik yaitu hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka kemudian Nabi Musa melakukan puasa atas tersebut.’ Rasulullah lalu mengatakan ‘Saya lebih berhak dengan Musa daripada kalian’. Nabi kemudian berpuasa untuk Asyura tersebut dan menyuruh pada sahabat menjalankannya," (HR Bukhari: 2004).

Puasa Ayura dilakukan pada 10 Muharam setiap tahunnya. Pada Muharam 1442 H tahun ini, jadwal puasa Asyura jatuh pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

Adapun bacaan niat puasa Asyura adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyûra lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Sebagaimana niat untuk puasa sunah lainnya, niat puasa Tasu'a dan Asyura, juga bisa diucapkan ketika fajar sudah terbit, sepanjang belum melakukan semua hal yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Jika niat puasa Tasua dan Asyura diucapkan usai terbitnya fajar, bacaannya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a aw asyura lillahi ta‘ala."

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Jadwal Puasa 11 Muharram 2020 dan Niatnya

Ada anjuran juga untuk melaksanakan puasa sehari selepas puasa Asyura, yakni pada tanggal 11 Muharram. Anjuran itu berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad bin Hanbal yang memuat sabda Rasulullah SAW:

"Berpuasalah kalian pada Asyura (tanggal 10 Muharam). Berbedalah dari kaum Yahudi dengan berpuasa sehari sebelum dan sesudahnya," (H.R. Ahmad).

Sementara jadwal puasa sehari selepas hari Asyura tahun 1442 H jatuh pada Minggu, 30 Agustus 2020.

Bacaan niatnya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الْمُحَرَّمِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma hadzal yauma 'an adai sunnatil muharromi lillahi ta'ala".

Artinya: "Aku berniat puasa pada hari ini untuk melaksanakan sunah puasa Muharam karena Allah SWT."


Baca juga artikel terkait MUHARRAM atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight