Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun: Hepatitis B Hingga MenB

Oleh: Yudha Najib - 23 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jadwal imunisasi atau vaksin untuk anak dari usia 0 bulan-18 tahun, dari BCG hingga Men B.
tirto.id - Jadwal imunisasi lengkap untuk anak dapat membantu ibu agar bisa memberikan imunisasi pada anak tepat waktu dan tak ada yang terlewat. Jadwal yang direkomendasikan ini bervariasi, tergantung daerah tempat tinggal, jenis vaksin, dan vaksin yang tersedia.

Beberapa vaksin diberikan sebagai kombinasi, sehingga anak mendapatkan suntikan yang lebih sedikit. Akan lebih baik membicarakan tentang vaksin yang dibutuhkan oleh anak, dengan dokter atau bidan terdekat dan yang dipercayai.

1. Vaksin Hepatitis B

Dilansir Kids Health, dosis pertama yang perlu diberikan dalam waktu 24 jam setelah kelahiran adalah vaksin Hepatitis B (HepB). Khususnya untuk bayi yang mempunyai berat badan lahir rendah akan mendapatkannya pada 1 bulan atau setelah mereka keluar dari rumah sakit. Bagi anak-anak yang sebelumnya belum diimunisasi bisa mendapatkannya pada usia berapa pun.

2. Vaksin BCG

Vaksin BCG diberikan sebelum bayi berusia 3 bulan, akan optimal pada usia dua bulan. Diperlukan uji tuberkulin terlebih dahulu, apabila vaksin ini diberikan pada usia tiga bulan atau lebih. Selain itu, pada usia 2-6 bulan vaksin yang dianjurkan adalah vaksin DTP, Haemophilus influenzae (Hib), Virus Polio (IPV), Pneumokokus (PCV), Rotavirus (RV).

3. Vaksin DPT

Dikutip laman resmi IDAI, vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu. Anak dapat diberikan vaksin DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain. Apabila diberikan DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu usia 2,4,6 bulan. Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap.

4. Vaksin PCV

Vaksin PCV pada usia 7-12 bulan diberikan dua kali, dengan interval 2 bulan, sedangkan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Sedangkan vaksin Rotavirus (RV) monovalen diberikan dua kali dengan dosis pertama diberikan untuk usia 6-14 minggu, dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 24 minggu.

5. Vaksin RV

Vaksin Rotavirus (RV) pentavalen diberikan tiga kali, dosis pertama 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga 4-10 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.

Pada usia lebih dari 6 bulan (diulang setiap tahun), akan ditambah dengan pemberian vaksin influenza. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 bulan diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu dengan dosis 0,25 mL untuk anak usia 6-36 bulan dan 0,5 mL untuk anak usia 36 bulan atau lebih. Vaksin ini bisa diberikan dengan suntikan jarum flu atau semprotan hidung.

6. Vaksin Campak

Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan, sedangkan vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan dengan interval minimal enam bulan. Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR. Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan jika sudah mendapat vaksin MMR. Vaksin ini disarankan untuk mencegah kutil kelamin dan beberapa jenis kanker.

7. Vaksin Varisela

Setelah anak berusia 12 bulan diberikan vaksin varisela atau cacar air. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 bulan, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu, sedangkan di daerah endemis perlu diberikan vaksin Japanese Encephalitis (JE) pada usia 12 bulan. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan 1-2 tahun berikutnya.

Selanjutnya vaksin Human Papiloma Virus (HPV) diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, dan 6 bulan. HPV tetravalen pada usia 0, 2, dan 6 bulan. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan. Dan vaksin dengue diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

8. Vaksin MenB

Yang terakhir, pada jenjang usia 16-18 tahun akan diberikan vaksin Meningococcal B (MenB). Vaksin ini diberikan dengan dua atau tiga dosis, tergantung pada mereknya. Biasanya vaksin MenB direkomendasikan atas kebijakan dokter.


Baca juga artikel terkait IMUNISASI atau tulisan menarik lainnya Yudha Najib
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yudha Najib
Penulis: Yudha Najib
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight