Jadwal Imsakiyah Kota Sorong Hari Ini 13 April 2021 Puasa 1 Ramadan 1442 H

Oleh: Tim Konten Ramadan - 12 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Jadwal imsakiyah Kota Sorong pada 13 April 2021 bisa dicek di Tirto.id. Jadwal imsak, niat puasa, serta jadwal sholat 5 waktu menjadi pedoman bagi umat muslim menjalankan ibadah puasa.
tirto.id - Simak jadwal imsakiyah lengkap dengan jam berapa berbuka puasa setiap harinya selama Ramadhan 2021 (1442 H) di Kota Sorong di Tirto.id. Selain itu, umat muslim di Kota Sorong juga dapat menyimak jadwal shalat hingga waktu berbuka puasa pada hari ini Selasa 13 April 2021.

Kota Sorong dikenal karena memiliki sejumlah masjid ikonik. Beberapa contohnya antara lain, Masjid Mujtahidin, Masjid Al-Muhajirin, dan Masjid Haqqul Yaqin. Masjid-masjid tersebut menjadi pusat kegiatan ibadah umat muslim di Kota Sorong.

Masjid Mujtahidin dibangun pada 2000. Daya tampung 150 - 200 jamaah. Masjid ini bisa ditemukan di alamat Jl. R.A. Kartini No.98411, Rufei, Sorong Bar., Kota Sorong Sorong Barat.

Sedangkan Masjid Al-Muhajirin dibangun pada 2000. Daya tampung > 200 jamaah. Masjid ini berada di alamat Jl. Pelabuhan-Perikanan Kp. Baru, Kec. Sorong, Kota Sorong, Papua Bar. 98412 Sorong.

Sementara Masjid Haqqul Yaqin dibangun pada 2000. Daya tampung 150 - 200 jamaah. Umat muslim bisa menemukan masjid ini di Jl. Pelabuhan-Perikanan Kp. Baru, Kec. Sorong, Kota Sorong, Papua Bar. 98412 Sorong.

Selain itu, di Kota Sorong ada beberapa pilihan menu sahur dan buka puasa. Beberapa contohnya misal, Udang Selingkuh, Kue Lontar, Abon Gulung, Papeda, Makanan laut.

Namun yang lebih penting, demi kesempurnaan mengerjakan ibadah selama bulan Ramadan, umat Islam Kota Sorong dapat melihat jadwal imsakiyah di Kota Sorong sebagai berikut:



Niat Puasa Ramadhan dan Artinya


Mengerjakan puasa wajib hukumnya bagi umat Islam yang mukallaf selama 29 atau 30 hari bulan Ramadan setiap tahun. Sebulan penuh kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan berjuang menahan dari dari hal-hal yang membatalkan sejak fajar shodiq hingga terbenamnya matahari.

Puasa adalah amalan istimewa. Tidak ada yang dapat mengetahui amalan tersebut kecuali Allah dan orang yang mengerjakan. Selain itu, Allah sendiri yang memberikan balasan, tanpa menentukan kadar balasan tersebut.

Hal ini tercantum dalam hadis qudsi "Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung ”.

Puasa tidak hanya semata-mata menahan haus dan lapar atau tidak melakukan hubungan suami-istri pada siang hari. Dalam puasa, yang diutamakan adalah pengendalian diri dari perbuatan yang mengutamakan hawa nafsu.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wassalam. bersabda, "Puasa bukan hanya menahan makan dan minum saja. Puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Jika ada seseorang yang mencela atau mengganggumu, katakanlah, 'Aku sedang puasa'.”

Kaum muslim yang berpuasa ibarat tengah membuat perisai yang kukuh di dunia dan akhirat. Ketika berada di dunia, seseorang yang berpuasa akan membatasi semua perbuatannya hanya untuk hal-hal yang disukai Allah. Sementara itu, di akhirat, puasa adalah perisai yang akan menjaga seseorang dari panasnya api neraka.

Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam. bersabda, "Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka” (H.R. Ahmad).

Berikut ini bacaan doa niat puasa Ramadan dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ’an adaai fardi syahri ramadhooni hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya, "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu pada bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Khasanah Keislaman


Sepanjang Ramadan 2021 ini, selain menjalankan ibadah puasa, umat muslim di Kota Sorong juga dapat memperdalam pengetahuan tentang khasanah keislaman. Sebagai contoh pengetahuan agama Islam itu tentang Sejarah dan Profil Sunan Ampel: Wali Pendakwah di Jalur Politik .

Pada Ramadan ini, menarik jika kembali mengulas sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu tokoh pentingnya adalah Sunan Ampel dari Walisongo. Beliau menyebarkan Islam terutama di kawasan Ampeldenta.

Menghadapi kondisi masyarakat Jawa saat tu, Sunan Ampel mengampanyekan prinsip Moh Limo, yaitu Moh Main (tidak berjudi), Moh Ngombe (tidak mabuk), Moh Maling (tidak mencuri). Moh Madat (tidak menghisap candu), dan Moh Madon (tidak berzina).

Baca juga artikel terkait JADWAL IMSAKIYAH atau tulisan menarik lainnya Tim Konten Ramadan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Tim Konten Ramadan
Penulis: Tim Konten Ramadan
Editor: Tim Konten Ramadan
DarkLight