Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kab. Bireuen 13 April 2021

Reporter: Tim Konten Ramadan, tirto.id - 12 Apr 2021 19:19 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Jadwal imsakiyah Kab. Bireuen pada 13 April 2021 bisa dicek di Tirto.id. Jadwal imsak, niat puasa, serta jadwal sholat 5 waktu menjadi pedoman bagi umat muslim menjalankan ibadah puasa.
tirto.id - Kapan waktu imsak di Kab. Bireuen pada Selasa 13 April 2021 dapat dicek melalui jadwal imsakiyah Ramadhan di Tirto.id. Tidak hanya itu, umat Islam dapat memantau jadwal lengkap salat 5 waktu rangkuman data Kemenag RI. Dengan pedoman jadwal ini, salat subuh, zuhur, asar, maghrib, hingga isya dapat dilakukan pada awal waktu.

Kab. Bireuen dikenal karena memiliki sejumlah masjid ikonik. Beberapa contohnya antara lain, Masjid Al-Ali, Masjid Imam Syafií, dan Masjid Nurul Falak. Masjid-masjid tersebut menjadi pusat kegiatan ibadah umat muslim di Kab. Bireuen.

Masjid Al-Ali dibangun pada 2013. Daya tampung > 200 jamaah. Masjid ini bisa ditemukan di alamat Gampong Ruseb Ara Kec. Jangka Kab. Bireuen Jangka.


Sedangkan Masjid Imam Syafií dibangun pada 2011. Daya tampung 50 - 100 jamaah. Masjid ini berada di alamat Gampong Blang Kec. Pandrah Kab. Bireuen Pandrah.

Sementara Masjid Nurul Falak dibangun pada 1900. Daya tampung 100 - 150 jamaah. Umat muslim bisa menemukan masjid ini di Gampong Blang Kec. Pandrah Kab. Bireuen Pandrah.

Selain itu, di Kab. Bireuen ada beberapa pilihan menu sahur dan buka puasa. Beberapa contohnya misal, teh tarik, kopi sanger, kopi Aceh, bandrek, kuah piliek.

Namun yang lebih penting, demi kesempurnaan mengerjakan ibadah selama bulan Ramadan, umat Islam Kab. Bireuen dapat melihat jadwal imsakiyah di Kab. Bireuen sebagai berikut:



Niat Puasa Ramadhan dan Artinya


Mengerjakan puasa wajib hukumnya bagi umat Islam yang mukallaf selama 29 atau 30 hari bulan Ramadan setiap tahun. Sebulan penuh kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan berjuang menahan dari dari hal-hal yang membatalkan sejak fajar shodiq hingga terbenamnya matahari.

Puasa adalah amalan istimewa. Tidak ada yang dapat mengetahui amalan tersebut kecuali Allah dan orang yang mengerjakan. Selain itu, Allah sendiri yang memberikan balasan, tanpa menentukan kadar balasan tersebut.

Hal ini tercantum dalam hadis qudsi "Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung ”.

Puasa tidak hanya semata-mata menahan haus dan lapar atau tidak melakukan hubungan suami-istri pada siang hari. Dalam puasa, yang diutamakan adalah pengendalian diri dari perbuatan yang mengutamakan hawa nafsu.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wassalam. bersabda, "Puasa bukan hanya menahan makan dan minum saja. Puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Jika ada seseorang yang mencela atau mengganggumu, katakanlah, 'Aku sedang puasa'.”

Kaum muslim yang berpuasa ibarat tengah membuat perisai yang kukuh di dunia dan akhirat. Ketika berada di dunia, seseorang yang berpuasa akan membatasi semua perbuatannya hanya untuk hal-hal yang disukai Allah. Sementara itu, di akhirat, puasa adalah perisai yang akan menjaga seseorang dari panasnya api neraka.

Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam. bersabda, "Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka” (H.R. Ahmad).

Berikut ini bacaan doa niat puasa Ramadan dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ’an adaai fardi syahri ramadhooni hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya, "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu pada bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Khasanah Keislaman


Sepanjang Ramadan 2021 ini, selain menjalankan ibadah puasa, umat muslim di Kab. Bireuen juga dapat memperdalam pengetahuan tentang khasanah keislaman. Sebagai contoh pengetahuan agama Islam itu tentang Kisah Abu Bakar As-Siddiq: Kekasih Rasulullah dan Khalifah Pertama .

Banyak kisah perjalanan hidup sahabat Rasulullah saw. yang dapat menjadi inspirasi umat Islam. Salah satunya adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, sosok yang menemani Nabi ketika hijrah dari Makkah ke Madinah sekaligus orang yang ditunjuk sebagai khalifah setelah Rasulullah meninggal.

Gelar ash-Shiddiq yang melekat pada Abu Bakar bermakna "yang membenarkan". Ini terkait peristiwa Isra dan Mikraj yang dialami Nabi Muhammad saw. Dalam waktu 1 malam, Rasulullah diperjalankan dari Ka'bah ke Baitul Maqdis di Palestina, lantas dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha.

Ketika berita soal Isra dan Mikraj Rasulullah itu beredar di sekitar masyarakat Makkah, kaum kafir Quraisy merasa punya kesempatan menjatuhkan nama Nabi. Bagi mereka, mustahil seseorang pada masa tersebut dapat berpindah tempat lebih dari 1.200 kilometer cuma dalam semalam.

Namun, Abu Bakar menegaskan, peristiwa itu benar adanya. Keimanannya tidak luntur sedikit pun, bahkan semakin kuat.

Baca juga artikel terkait JADWAL IMSAKIYAH atau tulisan menarik lainnya Tim Konten Ramadan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Tim Konten Ramadan
Penulis: Tim Konten Ramadan
Editor: Tim Konten Ramadan

DarkLight