Jadwal Imsak Ramadhan dan Buka Puasa Kab. Merauke Hari Ini 1 Mei 2022

Reporter: Tim Konten Ramadan - 30 Apr 2022 19:14 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Jadwal buka puasa 2022 hari ini 1 Mei 2022 di Kab. Merauke dan jadwal imsak yang terangkum dalam jadwal imsakiyah 29 Ramadan 1443 dapat dipantau melalui Tirto.id.
tirto.id -

Waktu umat Islam berpuasa adalah sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Namun, muslim di Indonesia juga mengenal waktu imsak, yang berfungsi sebagai "alarm" untuk menyelesaikan aktivitas sahur menjelang subuh.

Jadwal Imsakiyah dan Jadwal Buka Puasa Kab. Merauke Hari Ini

Untuk masyarakat Kab. Merauke yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, Tirto.id memberikan informasi tentang jadwal imsak dan jadwal buka puasa di Kab. Merauke.

Berikut adalah jadwal imsak, jadwal buka puasa dan jadwal sholat Kab. Merauke 1 Mei 2022:


Doa Buka Puasa

Dengan mengetahui jadwal buka puasa di Kab. Merauke, umat Islam akan lebih mudah dalam menjalankan ibadah puasa. Selain itu, adanya keterangan waktu buka akan membuat umat Islam bisa menyegerakan untuk membatalkan puasa. Pada umumnya doa buka puasa yang dibaca umat Islam adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama'u wabtalatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya-allah ta'ala.

Artinya, "Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezeki-Mulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaAllah Ta'ala."

Hukum Puasa

Mengerjakan puasa wajib hukumnya bagi umat Islam yang mukallaf selama 29 atau 30 hari bulan Ramadan setiap tahun. Sebulan penuh kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan berjuang menahan dari dari hal-hal yang membatalkan sejak fajar shodiq hingga terbenamnya matahari.

Puasa adalah amalan istimewa. Tidak ada yang dapat mengetahui amalan tersebut kecuali Allah dan orang yang mengerjakan. Selain itu, Allah sendiri yang memberikan balasan, tanpa menentukan kadar balasan tersebut.

Hal ini tercantum dalam hadis qudsi "Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung ”.

Ceramah Singkat Ramadhan

Untuk mengisi waktu selama Ramadan 1443 H sekaligus memperdalam khasanah keagamaan kita, berikut ini Tirto.id menampilkan khasanah keislaman tentang Keberagaman Madinah di Zaman Nabi.

Kehadiran Nabi Muhammad SAW di kota Madinah membawa sistem kehidupan beragam yang adil. Penduduk Madinah sangat plural. Berbagai suku dan agama hidup berdampingan, termasuk suku Aus dan Khazraj yang dulunya sering terlibat peperangan satu sama lain. Salah satu misi Nabi ketika datang ke kota tersebut adalah mengiikat seluruh penduduk dalam satu piagam bernama "Piagam Madinah." Melalui Piagam Madinah, setiap anggota kelompok di Madinah diakui eksistensinya dan dilindungi hak-haknya, termasuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya tanpa diganggu gugat oleh siapa pun. Selama kepemimpinan Nabi, keadilan di Madinah diterapkan secara utuh tanpa kecuali, termasuk terhadap muslim yang melanggar. Salah satu peristiwa yang diabadikan dalam Q.S An-Nisa ayat 105 adalah ketika Nabi tidak terpengaruh dengan keislaman seorang Muslim munafik yang menuduh seorang Yahudi melakukan pencurian. Selain itu, ada pula peristiwa delegasi Uskup Najran yang enggan masuk Islam kembali ke kampung halaman dengan membawa janji Nabi untuk melindungi mereka. Selama kunjungannya, mereka bahkan diizinkan untuk beribadah di Masjid Nabawi, meskipun bagi ulama hal tersebut adalah peristiwa khusus dan tidak wajar lagi diulangi.

Takjil Buka Puasa Ramadhan Khas Kab. Merauke

Berbuka puasa tidak lengkap rasanya tanpa takjil. Berburu takjil di setiap sore menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan sudah seperti menjadi rutinitas yang wajib. Takjil bisa berupa makanan berat maupun makanan ringan.

Setelah menahan rasa lapar dan haus seharian, momen berburu takjil menjadi salah yang selalu dirindukan di setiap bulan ramadhan. Setiap daerah memiliki makanan atau minuman khas nya masing-masing.

Berikut adalah kuliner khas Kab. Merauke: Surabi Hijau, Soto Gempol, Kerupuk Bontot, Pepes Walahar, Kue Ali Agrem

Baca juga artikel terkait JADWAL IMSAKIYAH atau tulisan menarik lainnya Tim Konten Ramadan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Tim Konten Ramadan
Penulis: Tim Konten Ramadan
Editor: Tim Konten Ramadan

DarkLight