Jadwal Buka dan Imsak Kota Denpasar & Kab. Tambrauw, Jumat, 24 Mei 2019

Oleh: Agung DH - 23 Mei 2019
Dibaca Normal 2 menit
Jadwal buka puasa dan imsak di Kota Denpasar dan Kab. Tambrauw Jumat, 24 Mei 2019 penting diketahui umat muslim di kedua daerah.
tirto.id - Umat muslim di Kota Denpasar dan Kab. Tambrauw pada hari ini Jumat, 24 Mei 2019 menjalankan ibadah puasa ke-19 atau bertepatan dengan 19 Ramadan 1440H.

Sembari menunggu bedug buka puasa, umat muslim di Kota Denpasar dapat melakukan ngabuburit. Beberapa tempat ngabuburit di Kota Denpasar antara lain: Mangrove Information Center, Taman Udayana.

Ada makanan dan minuman khas dari daerah ini yang dapat dipakai sebagai menu berbuka puasa, seperti: sate lilit, nasi jinggo, nasi tepeng, sate plecing, tum ayam, komoh, rujak bulung, sate kakul, lawar.

Apabila memasuki waktu azan sholat maghrib berkumandang, umat muslim di daerah Kota Denpasar dapat melakukan ibadah sholat maghrib. Beberapa masjid di Kota Denpasar yang dijadikan tempat solat maghrib antara lain di Masjid Raya Ukhuwwah, Masjid Al-Ikhlas, Masjid Darul Huda. Masjid-masjid itu dapat ditemukan di Jl. P. Kalimantan No. 19, Dusun Titih Kelod, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat. Kode Pos 80112, Jl. Gunung Batu Karu No. 92, Jl. Letda Ngurah Putra No. 11, Br. Yangbatu Kauh, Dangin Puri Kelod Denpasar.

Demikian pula ketika menjelang imsakiyah atau memasuki waktu ibadah sholat subuh, umat muslim di Kota Denpasar dapat menggunakan masjid-masjid untuk beribadah.

Untuk lebih jelasnya, berikut jadwal buka dan imsak di Kota Denpasar :







Masyarakat di Kab. Tambrauw juga memiliki tempat favorit untuk ngabuburit. Beberapa tempat ngabuburit di Kab. Tambrauw antara lain; Masjid Nurul Yaqin.

Sementara untuk umat muslim di Kab. Tambrauw sering ngabuburit dengan menyantap makanan atau minuman Abon gulung, kue susu, kue pia saat berbuka atau pun makan sahur.

Untuk lebih jelasnya, berikut jadwal buka dan imsak di Kab. Tambrauw:







Selain jadwal imsak, umat muslim juga senantiasa memahami keutamaan sholat tarawih seperti diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. Bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya seseorang mengenai fadhilah (keutamaan) sholat tarawih di bulan Ramadhan, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam Ramadan ke-19 adalah Allah SWT mengangkat derajatnya di surga firdaus.

Sebagai pelengkap ibadah di bulan Ramadan, berikut tausiah harian yang dikutip dari situs Nahdatul Ulama:

Lailatul qadar sudah secara spesifik dijelaskan bahwa kemungkinan berada di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam yang ganjil, lalu bagaimana menanggapi beberapa pertanyaan yang berkembang tentang waktu turunnya lailatul qadar.

Ketika lailatul qadar turun di Indonesia, misalnya pada malam ke-23, lalu bagaimana dengan wilayah yang selisih waktunya jauh dengan Indonesia yang masih belum beranjak malam, seperti di Amerika? Apakah lailatul qadar di Amerika turun pada waktu yang sama persis dengan di Indonesia, meskipun di wilayah tersebut masih siang hari, atau justru turunnya lailatul qadar di dua negara tersebut turun pada waktu yang berbeda dengan menyesuaikan waktu malam pada masing-masing negara?

Dalam menjawab kemusykilan demikian, para ulama sebenarnya telah memikirkannya dalam berbagai kitab turats, hingga akhirnya jawaban yang dipilih adalah bahwa lailatul qadar turun dengan menyesuaikan waktu malam pada masing-masing wilayah. Sehingga ketika lailatul qadar turun pada malam ke-23 di Indonesia, maka negara yang masih berada pada waktu siang tanggal 22 Ramadan belum mendapatkan fadilah keutamaan lailatul qadar, sampai ketika tiba di tempat mereka malam ke-23.

Hal ini seperti yang dijelaskan Syekh Syamsuddin ar-Ramli dalam kitab Nihayah al-Muhtaj:

“Lalu masih terdapat kemungkinan bahwa lailatul qadar didasarkan pada waktu malam di setiap kaum. Jika lailatul qadar pada waktu malam di wilayah kita, namun siang di tempat lain, maka waktu ijabah dan pahala lailatul qadar mundur bagi mereka sampai tiba waktu malam. Kemungkinan lain, waktu lailatul qadar hanya berlaku satu waktu saja, meskipun waktu tersebut saat siang jika dinisbatkan pada sebagian kaum dan malam jika dinisbatkan pada sebagian kaum yang lain. Pendapat yang zahir (jelas) adalah kemungkinan yang pertama (didasarkan pada waktu malam di setiap tempat).”

Penulis: M. Ali Zainal Abidin

Sumber: NU Online http://www.nu.or.id/post/read/106680/turunnya-lailatul-qadar-di-negara-yang-masih-siang





Baca juga artikel terkait JADWAL SHOLAT atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - )

Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH