Jadwal BSU Guru Madrasah Cair Desember 2020 & Tata Cara Pencairan

Oleh: Addi M Idhom - 14 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
Kemenag RI mengumumkan dana BSU senilai Rp1,8 juta untuk ratusan ribu guru madrasah honorer akan segera bisa cair pada pertengahan Desember 2020.
tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk ratusan ribu guru madrasah segera cair pada pertengahan bulan Desember 2020.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kemenag RI, M Zain menyatakan proses pencairan BSU untuk ratusan ribu guru berstatus honorer (non-PNS) bisa segera dilakukan karena Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sudah terbit untuk 99,81 persen calon penerima.

"Saya pastikan BSU Guru Madrasah Non-PNS segera cair," kata Zain, dilansir laman Kemenag pada Senin malam, 14 Desember 2020.

"SP2D yang sudah terbit mencapai 99,81 persen. [Tahap] Selanjutnya tinggal pengiriman notifikasi [via Simpatika] pencairan dari BRI atau BRI Syariah selaku bank penyalur," Zain menambahkan.

Para guru madrasah non-PNS (honorer) yang berada di bawah naungan Kemenag akan menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600 ribu per bulan, untuk periode 3 bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2020. Jadi, para guru madrasah non-PNS tersebut akan menerima dana senilai Rp1,8 juta yang dibayarkan sekaligus.

"Ada kewajiban membayar Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) sebesar 5% bagi guru yang sudah memiliki NPWP dan sebesar 6% bagi guru yang belum memiliki NPWP," kata Zain.


Tata Cara Pencairan BSU Guru Madrasah dari Kemenag

Proses pencairan BSU Rp1,8 juta bagi ratusan ribu guru madrasah honorer akan diawali dengan kemunculan notifikasi pemberitahuan melalui Simpatika untuk para calon penerima. Simpatika ialah pusat informasi pelayanan PTK Kemenag.

"Sesuai perjanjian, saya berharap proses pengiriman notifikasi [pemberitahuan] ke masing-masing akun Simpatika guru madrasah Non-PNS sudah dilakukan mulai hari ini [14 Desember 2020] oleh bank penyalur," kata Zain.

Zain menambahkan, setelah notifikasi di Simpatika terbit, para guru madrasah penerima BSU bisa langsung mencetak Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020. Format dokumen terakhir juga ada di Simpatika.

Kemudian, bersamaan dengan proses tersebut, para guru madrasah penerima BSU juga diminta untuk mencetak Surat Pernyataan dan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang formatnya tersedia pula di Simpatika.

"SPTJM dicetak, lalu ditandatangani di atas materai," Zain menjelaskan.

Tahap selanjutnya, para guru madrasah penerima BSU harus datang ke Kantor bank penyalur yang ditunjuk, yaitu BRI atau BRI Syariah, untuk mencairkan dana bantuan senilai Rp1,8 juta.

Saat mendatangi kantor bank BRI atau BRI Syariah, para guru madrasah penerima BSU diminta membawa juga dokumen KTP, NPWP (jika sudah punya), Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020, dan SPTJM yang sudah ditandatangani di atas materai.

Dalam proses berikutnya, para guru madrasah penerima BSU akan diminta untuk mengisi formulir pembukaan buku rekening baru di BRI atau BRI Syariah.

Kata Zain, setelah semua proses di atas selesai dilakukan, para guru madrasah penerima BSU akan menerima Buku Rekening dan Kartu ATM baru dari BRI atau BRI Syariah atas nama mereka.

Rekening baru tersebut sudah berisi dana BSU yang disalurkan untuk para guru madrasah honorer. Guru bisa mengambil atau tetap menabung BSU GBPNS 2020 senilai Rp1,8 juta tersebut di bank.

Mengutip keterangan Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani yang disiarkan laman Kemenag pada 4 Desember lalu, lebih dari 600 ribu guru honorer akan menerima dana BSU.

Sebanyak 542.901 guru non-PNS di RA atau Madrasah akan menerima BSU. Jumlah itu merupakan data guru madrasah non-PNS calon penerima BSU yang lolos verifikasi di tahap akhir.

Selain itu, sejumlah 93.480 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non-PNS di Sekolah Umum juga akan menerima penyaluran BSU dari Kemenag.

"Jadi, totalnya ada 636.381 guru bukan PNS [honorer] pada satuan Pendidikan Islam yang akan menerima BSU," kata Ali.


Baca juga artikel terkait BSU HONORER atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight