Jadi Khatib Salat Id, Eggi Sudjana Khotbah Soal Freeport & Alquran

Oleh: Felix Nathaniel - 15 Juni 2018
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Eggi, pemerintah harus lebih mawas diri untuk bisa menekankan ajaran Alquran kepada masyarakat.
tirto.id - Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana menjadi khatib dalam salat Idulfitri 1439 H di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (15/6/2018).

Dalam khotbahnya, Eggi menyinggung pemerintahan yang harus membenahi diri terkait masalah Freeport dan penekanan Alquran di masyarakat.

Eggi mengatakan bahwa dalam Ramadan kali ini, ia berharap pemerintah bisa semakin mewujudkan masyarakat yang berbangsa, bernegara, dan bermartabat. Cara untuk mencapai hal tersebut, menurut kuasa hukum Rizieq Shihab itu, harus dilakukan dengan dua langkah.

"Pertama, program yang harus dijaga kepada diri sendiri, kepada keluarga kita. Harus dijaga pendidikannya, lebih spesifik pada tauhid dan aqidah. Itu wajib pada diri sendiri, keluarga, dan negara agar mengerti ilmu tentang tauhid, ilmu tentang Allah," katanya.

Ia menegaskan, program ini tak bisa berjalan hanya dengan dari warga, tetapi juga pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus lebih mawas diri untuk bisa menekankan ajaran Alquran kepada masyarakat. Hal itu tidak pernah dilakukan selama 73 tahun Indonesia merdeka.

"Tidak ada tokoh bicara ini secara serius. Partai Islam juga tidak. Presiden dari Sukarno sampai Jokowi presiden ketujuh juga tidak. Anggota DPRnya juga banyak beragama Islam, tapi tidak pernah lahir hukum-hukum Islam," katanya lagi.

"Pemimpin harus mampu mengubah keadaan dari keadaan yang tidak lebih baik menjadi baik, dari yang tidak islami menjadi islami."

Eggi kemudian menyinggung bahwa pemimpin juga harus bisa menjadikan rakyat Indonesia bermartabat. Caranya adalah dengan memajukan perekonomian sehingga rakyat tidak meminta-minta uang kepada yang lebih mampu.

Blunder ekonomi, menurut Eggi, membuat rakyat menjadi miskin. Contoh yang dimaksud Eggi adalah kepemilikan PT Freeport. Dari hasil emas galian Freeport tersebut, Eggi menilai seharusnya Indonesia bisa jauh lebih baik.

"Kita harus menyadari jangan lahir pemimpin yang tidak mendidik masyarakatnya. Dari emas saja tanpa kerja kita bisa dapat ratusan juta per orangnya," ujarnya.

"Jadi saudara-saudara program yang dimaksud setelah Ramadan, harusnya pemerintah melakukan perubahan birokrasi mulai dari presiden, kabinet sampai menterinya harus di-upgrade," pungkas Eggi.


Baca juga artikel terkait LEBARAN 2018 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Dipna Videlia Putsanra