Jadi Dirut PLN, Darmawan Diminta Fokus ke Gas & Batubara Domestik

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 7 Des 2021 11:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu tugas Dirut PLN baru, Darmawan Prasodjo yakni mengoptimalkan penggunaan sumber daya domestik seperti gas dan batu bara.
tirto.id - Kementerian BUMN mengangkat Darmawan Prasodjo menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Zulkifli Zaini. Keputusan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan RUPS yang disampaikan oleh Menteri BUMN di Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta dan berlaku sejak kemarin 06 Desember 2021.

Pada konferensi pers pertamanya sebagai Direktur Utama PT PLN Darmawan diberikan beberapa tugas. Salah satunya adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya domestik seperti gas dan batu bara.

"Memang saat ini minyak kita banyak sekali yang berbasis pada impor yang pertama grup ya masih impor-impor. Ini ada arahan perlu diubah dari energi yang berbasis pada impor menjadi energi yang menggunakan berbasis pada kekuatan domestik yaitu listrik. Sedangkan listrik kayak gitu berbasis pada gas dan batubara. Jadi memang harus pakai energi-energi yang berbasis domestik," jelas dia, Senin (7/12/2021).

Penggunaan energi berbasis listrik perlu dioptimalkan, selain kendaraan, Darmawan juga mengatakan perubahan perlu dilakukan secara holistik.

"Bapak Presiden [mengarahkan] penggunaan listrik [bisa diarahkan] yaitu menggunakan kompor induksi kemudian juga menggunakan mobil listrik. Kami juga melakukan suatu upaya yaitu electrifying aktif charger meningkatkan agrikultur konsumsi listrik di sektor-sektor tertentu yaitu mengubah penggunaan BBM menjadi menggunakan listrik," kata dia.

Kebijakan untuk peralihan energi ke listrik tersebut dilakukan untuk mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru yang menargetkan porsi energi baru terbarukan adalah 51 persen.

"Kebetulan saya sendiri sudah sebagai Wakil Direktur Utama selama 2 tahun itu bersama dengan Pak Zulkifli Zaini dari tadi juga dinilai kinerjanya PLN selama 2 tahun ini sudah sangat bagus sekali tetapi tentu saja saat ini adalah masa transisi RUPTL baru saja dirilis dan dalam RUPTL itu pertama kali dalam sejarah Indonesia bahwa porsi energi baru terbarukan adalah 51% adalah Green RUPTL," jelas dia.

Momen ini kata dia adalah masa transisi yang merupakan tugas khusus dari Kementerian BUMN selama masa transisi PLN harus berjalan dengan halus.

"Untuk itu kita berbicara masalah investasi kita berbicara masalah inovasi kita berbicara masalah teknologi kita berbicara masalah kolaborasi dan lain-lain namun untuk itu PLN harus mampu bertransisi ini secara halus," terang dia.

Selain itu ia pun diminta untuk mempertahankan kinerja PLN yang sudah progresif dalam kurun waktu dua tahun. PLN telah memperbaiki kinerja keuangan dan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp345,4 trilliun dan mencapai laba bersih Rp5,99 Triliun pada tahun 2020. Laba ini naik 39,3% dibandingkan pada tahun 2019. PLN juga berhasil menurunkan jumlah rasio utang menjadi senilai Rp 452,4 Triliun.

Usaha transformatif juga dilakukan secara paralel sebagai salah satu garda dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional selama pandemi COVID-19. Kontribusi PLN melalui Diskon Listrik dengan target penerima 31,4 juta rumah tangga di tahun 2020 dan 32,6 juta rumah tangga di tahun 2021, telah membantu menjaga kestabilan ekonomi dan sosial di masyarakat.

Hal ini yang menjadi tugas utama Darmawan untuk tetap menjaga kinerja keuangan perseroan tetap baik di tengah proses pemulihan ekonomi.

"Salah satunya adalah dari keuangan yang sudah berjalan dengan baik. Itu perlu dilanjutkan baik itu pengelolaan utang begitu pengelolaan dari capital expenditure kemudian juga pengolahan dari rekening yang artinya adalah revenue," tandas dia.


Baca juga artikel terkait DIRUT PLN atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri

DarkLight