Menuju konten utama

Izin Importir Sapi akan Dicabut Bila Lamban Suplai Daging

Kementerian Pertanian mengancam akan mencabut izin importir sapi yang lamban menyuplai kebutuhan daging, terutama saat memasuki Bulan Ramadhan dan lebaran tahun ini. 

Izin Importir Sapi akan Dicabut Bila Lamban Suplai Daging
(Ilustrasi) Peternak menjual sapi potong miliknya di pasar hewan, Ngawi, Jawa Timur, Minggu (12/3/2017). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

tirto.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan mencabut izin importir daging sapi yang lamban melaksanakan tugasnya untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga komoditas ini menjelang dan sesudah bulan Ramadhan di tahun ini.

"Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan bersepakat akan mencabut izin para importir yang telah mendapatkan rekomendasi impor, jika mereka lamban," kata dia dalam siaran persnya pada Selasa (28/3/2017) seperti dikutip Antara.

Ia mengemukakan untuk menjaga stok daging sapi sebelum hingga sesudah bulan Ramadhan, maka Kementan dan Kemendag telah menyepakati beberapa langkah strategis.

Salah satu langkah yang bakal diterapkan dua kementerian itu, menurut Amran, ialah mencabut izin importir yang tidak tepat waktu mengirim suplai daging, sekaligus memasukkannya ke daftar hitam (blacklist) terkait impor sapi bakalan.

Kemudian, khusus untuk impor daging beku akan dievaluasi. Bagi importir yang realisasi suplai dagingnya rendah, yakni di bawah 20 persen, juga dicabut izinnya. Ketentuan ini tak berlaku bagi importir pemula yang diberi kesempatan secara terbatas.

"Selain itu, bagi perusahaan yang realisasi impor nol langsung dicabut izinnya. Dengan upaya ini, kami pastikan stok daging sapi terus tersedia sehingga tidak terjadi gelojak kekurangan stok daging sapi," kata Amran.

Selain mencabut izin para importir yang lamban menyuplai kebutuhan daging sapi di pasarana, Kemendag juga akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan mengenai wajib lapor para distributor untuk melaporkan data pasokan di masing-masing gudang yang dimiliki.

Amran menyatakan pasokan pangan, termasuk daging sapi, yang ada di gudang distributor tersebut merupakan stok yang setiap saat siap dijual ke pasar untuk menetralisir harga karena ada penimbunan dan upaya-upaya spekulasi permainan harga pangan.

Ia mengemukakan pasokan daging sapi saat ini masih mencapai 40.000 ton. Pemerintah akan menambah lagi stok tersebut sehingga mencapai 50.000 ton.

Sementara itu kebutuhan daging sapi untuk bulan Ramadhan tahun 2017, Amran menaksir hanya 30.000 ton. Karena itu, dia optimistis jumlah pasokan daging sapi yang dimiliki pemerintah sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan selama menjelang dan sesudah Ramadhan tahun ini.

"Harga daging sapi maksimal harus Rp80.000 per kilogram, tidak boleh ada yang jual melebihi itu," ujar dia.

Baca juga artikel terkait DAGING IMPOR atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom