Isu Naturalisasi & Kenapa 3 Klub Liga 1 Rekrut 5 Pemain Muda Brasil

Oleh: Hendi Abdurahman - 25 Agustus 2020
Dibaca Normal 3 menit
Penggawa muda asal Brasil yang didatangkan klub-klub Liga 1 2020 digadang-gadang bakal menjadi andalan timnas Indonesia di masa mendatang.
tirto.id - Isu naturalisasi pemain di Indonesia kembali menyeruak setelah tiga klub Liga 1 2020, Persija Jakarta, Arema FC, dan Madura United mendatangkan penggawa muda asal Brasil yang digadang-gadang bakal menjadi andalan timnas di masa mendatang.

Melalui situs web resmi, Singo Edan—julukan Arema FC—secara terang-terangan mengatakan jika dua pemain muda yang resmi direkrut, Hugo Guilherme Corre Grillo dan Pedro Henrique Bartoli, ditargetkan untuk dinaturalisasi.

Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, berharap apa yang menjadi tujuan klub dapat diapresiasi oleh federasi dan pemerintah. Maka, pemain muda Brasil yang datang ini, kata Ruddy, merupakan bagian dari investasi jangka panjang.

“Investasi pemain asing muda ini penting, untuk merangsang pembinaan usia dini agar menciptakan iklim persaingan yang kompetitif. Selain itu, klub dapat mengelola pemain yang bersangkutan menjadi aset klub yang berharga nantinya saat menghadapi musim rekrutmen pemain baru,” ucap Ruddy Widodo.

“Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat kami kepada para pemain lokal di timnas, adanya investasi jangka panjang pemain-pemain asing ini diharapkan juga ada transfer pengetahuan, skill antar pemain asing dan lokal. Dampaknya pasti akan positif dan kelak akan dirasakan terjadi peningkatan kualitas,” tambahnya.


Persija Rekrut 2 Pemain Muda Brasil

Klub Liga 1 lainnya, Persija Jakarta, juga meniru langkah Arema FC dengan mendatangkan dua pemain muda asal Brasil. Keduanya yakni Thiago Apolina Pereita dan Maike Henrique Irine De Lima. Namun, bedanya, Macan Kemayoran masih ingin menjajal kemampuan mereka.

Kebutuhan akan pemain muda diperlukan Persija lantaran adanya kabar terkait regulasi Liga 1 2020 yang mesti memasukkan pemain U20 dalam line-up. Presiden klub, Mohamad Prapanca, mengaku jika pemain muda ini bakal menambah persaingan antarpemain.

Apalagi, jika menilik pemain muda dalam skuad utama, Persija hanya memiliki dua pemain di bawah usia 20 tahun. Mereka yakni kiper Risky Sudirman dan gelandang Braif Fatari yang masing-masing berusia 18 tahun.

“Melihat perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi, maka kami memutuskan untuk mencoba menambah amunisi pemain asing untuk melengkapi komposisi tim. Apakah kami pakai semua, atau salah satu saja, tentu tergantung dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan dari tim,” ucapnya.


Madura United Desak Pemain Muda Asing Diapresiasi

Madura United juga mendapatkan pemain muda baru asal Brasil berusia 19 tahun yaitu Robert Junior Rodrigues Santos. Alasan yang dikemukakan oleh Presiden klub, Achsanul Qosasi senada dengan Arema FC: proyek investasi tim.

Sementara itu, Direktur Madura United, Haruna Soemitro, mendesak pemain asing muda asal Brasil ini diapresiasi sebagai langkah baru dalam perekrutan pemain. Pasalnya, selama ini, Laskar Sape Kerrab jarang mendatangkan pemain muda asing.

Bahkan, dengan adanya pemain asing baru ini, Haruna mengatakan tidak menutup kemungkinan mendepak pemain asing yang ada jika gagal dalam renegosiasi kontrak.

“Sekarang yang harus diapresiasi mestinya dari banyak pihak adalah klub kedatangan pemain muda asing. Ini harus diapresiasi,” kata Haruna Soemitro seperti dikutip laman resmi klub.

“Selama ini kami kedatangan pemain asing selalu usia-usianya di atas 30 tahun. Ini ada pemain kelahiran 2001 datang, ini bagi Madura investasi luar biasa. Karena Madura menganggap pemain itu sebagai aset yang kita petik nantinya, lanjutnya.


PSSI Bantah Sekaligus Dukung

Di lain pihak, organisasi tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI, membantah jika pihaknya mendukung naturalisasi pemain muda asing demi kepentingan timnas U20 yang akan berlaga di Piala Dunia 2021 mendatang.

“Kedatangan para pemain asing muda dari Brasil ini tidak ada kaitannya dengan PSSI. Itu urusan klub-klub Liga 1. Pemain yang dipanggil timnas Indonesia tentu harus berpaspor Indonesia,” kata Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dikutip laman resmi, Kamis (20/8/2020) lalu.

Lebih lanjut, Indra mengatakan jika kini pihaknya tengah fokus melakukan TC timnas U19 yang diproyeksikan berlaga di Piala Dunia U20. Seperti diketahui, sebelum berlaga di Piala Dunia, timnas akan menjalani Piala AFC U19 yang dihelat di Uzbekistan.

Namun, hal ini bertentangan dengan pernyataan PSSI dalam webinar bersama IDN Times, Jumat 10 Juli 2020 lalu. Dalam salah satu slide presentasi PSSI, terdapat pernyataan jika timnas Indonesia berpotensi melakukan naturalisasi.

Bahkan, dari total 5 nama pemain muda Brasil yang bergabung bersama Persija, Arema FC, dan Madura United, dua di antaranya, yakni Pedro Henrique Bartoli dan Maike Henrique Irine De Lima terdapat dalam slide presentasi tersebut.

“Kita akan melakukan ‘cara-cara luar biasa’ untuk meraih sukses prestasi pada Piala Dunia U20 2021. Termasuk dimungkinkan melakukan nasionalisasi/naturalisasi pemain di usia emas sebagai pesepakbola,” pernyataan PSSI dalam webinar tersebut yang disiarkan di YouTube.


Masa Adaptasi & Rekam Jejak 5 Pemain Muda Asal Brasil

Tidak banyak data yang terhimpun guna melihat rekam jejak 5 penggawa muda asal Brasil yang bergabung bersama Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United. Nama dua klub terakhir bahkan tidak memberikan secara rinci pengalaman penggawa yang didatangkan dalam situs web mereka.

Sementara itu, Arema FC menulis jika Pedro Henrique Bartoli Jardim yang berusia 19 tahun pernah tercatat sebagai striker klub GD Chaves U19 yang berkompetisi di Portugal Liga Juniors U19 musim 2019-2020. Sedangkan Hugo Gilherme sebelumnya merumput di Cuiaba Esporte Clube U20 pada Copa do Brasil U20 dan Sao Paulo Youth Cup.

Di sisi lain, datangnya pemain muda asing tidak serta merta membuat mereka bisa langsung in dalam skema permainan masing-masing klub. Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, menilai faktor adaptasi bisa menjadi kunci.

“Saya memproyeksikan pemain muda ini untuk jangka panjang. Bagus kalau bisa menyesuaikan dengan tim ini. Tapi kita tentu melihat kualitasnya seperti apa dan akan memulai latihan seperti pemain yang lain. Kalau adaptasinya cepat, tidak menutup kemungkinan akan bergabung di kompetisi ini,” kata Rahmad Darmawan.

Bahkan, beberapa pemain asing yang sempat dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia tak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya ketika berlaga, misalnya, Jhon van Beukering dan Tonnie Cussel. Adapun nama-nama seperti Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Raphael Maitimo, hingga Victor Igbonefo tak mampu membawa gelar bagi timnas.


Baca juga artikel terkait LIGA 1 atau tulisan menarik lainnya Hendi Abdurahman
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Hendi Abdurahman
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Ibnu Azis
DarkLight