Istana Belum Pertimbangkan Menteri KP Pengganti Edhy Prabowo

Oleh: Andrian Pratama Taher - 28 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Joko Widodo masih belum mempertimbangkan pengganti Edhy Prabowo sebagai menteri kelautan dan perikanan kendati Edhy sudah mengundurkan diri.
tirto.id - Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyatakan Presiden Jokowi belum menentukan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) pengganti Edhy Prabowo. Presiden masih menempatkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan sebagai MKP.

"Belum ada. Masih Pak Luhut sementara," kata Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11/2020).

Donny mengaku belum mengetahui kapan Presiden Jokowi mengumumkan MKP baru. Ia mengatakan, Presiden masih punya pertimbangan sebelum menentukan MKP seperti kompetensi, integritas dan rekam jejak.

Selain itu, presiden bisa saja menentukan MKP dari profesional atau partai politik selama cocok dan sesuai kriteria.

"Tapi saya kira pasti akan segera diputuskan siapa penggantinya. Hanya, perlu waktulah untuk mencari sosok yang tepat," kata Donny.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka korupsi perizinan benur serta izin kelautan dan perikanan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan 2020.

Jokowi pun menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan ketika Edhy ditangkap KPK.

Seusai konferensi pers penetapan tersangka, Edhy mengatakan, dirinya akan menjalani proses hukum dengan baik. Ia pun menyatakan meminta maaf kepada Partai Gerindra karena tersandung kasus korupsi. Ia mengajukan mundur dari kursi pengurus serta menteri.

"Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai waketum juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sudah berjalan. Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar," kata Edhy.




Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight