Instagram Luncurkan Fitur Sensitivity Screens Guna Cegah Bunuh Diri

Oleh: Agung DH - 6 Februari 2019
Instagram meluncurkan fitur baru untuk mencegah kasus bunuh diri para penggunanya.
tirto.id - Instagram meluncurkan fitur "Sensitivity Screens" pada pekan ini untuk mencegah terjadinya kasus melukai diri sendiri dan bunuh diri penggunanya.

Dikutip dari The Hill fitur ini memungkinkan untuk menyembunyikan atau memberikan efek buram pada konten gambar yang bersifat dapat melukai diri sendiri bahkan mengakibatkan bunuh diri. Tujuan dengan adanya fitur ini untuk melindungi pengguna Instagram dari konten-konten tersebut khususnya kepada remaja.

"Kami perlu melakukan apapun yang kami bisa untuk menjaga orang-orang yang paling rentan dalam menggunakan platform kami dengan aman," Kata CEO Instagram Adam Mosseri.

“Sensitivity Screens” atau layar sensitif ini berlaku pada gambar tertentu yang akan tampak buram dan muncul peringatan kepada pengguna bahwa mengkliknya akan membuka konten sensitif yang bisa menyinggung atau mengganggu.

Pengguna dapat mengakses konten tersebut jika memang mereka menginginkanya.

Untuk membuat fitur ini, Adam Mosseri mengatakan, Instagram mempekerjakan pakar ahli dan peninjau konten terlatih yang bekerja setiap waktu untuk mempersulit orang menemukan gambar-gambar tersebut.

Mosseri menambahkan, platform milik Facebook tersebut juga melakukan pemblokiran terhadap gambar terkait agar tidak muncul dalam pencarian berdasarkan tagar dan rekomendasi akun.

Langkah ini adalah bagian dari upaya Instagram untuk menghadapi penyebaran mengenai konten berbahaya yang dapat melukai diri sendiri setelah terjadinya kasus bunuh diri remaja Inggris, Molly Russel.

Menurut laporan BBC, Molly Russel (14) mengakhiri hidupnya pada tahun 2017. Keluarga menemukan adanya konten mengenai depresi dan bunuh diri yang menyedihkan di akun Instagramnya. Ayahnya mengatakan, dia yakin platform milik Facebook itu membantu putrinya melakukan bunuh diri.

-------------

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Baca juga artikel terkait INSTAGRAM atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH