Inggris Larang Operasi 5G Huawei, Dalihnya Keamanan Telekomunikasi

Oleh: Mochammad Ade Pamungkas - 16 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Inggris melarang pengoperasian 5G Huawei di wilayahnya. Teknologi asal China itu diduga akan mengganggu keamanan infrastruktur telekomunikasi.
tirto.id - Perusahaan teknologi komunikasi Huawei akan dilarang mengoperasikan sistem 5G pada jaringan internet di Britania Raya.

Pemerintah menyimpulkan bahwa produk perusahaan China tersebut merupakan ancaman yang tidak bisa diterima terhadap keamanan infrastruktur perusahaan telekomunikasi di Inggris.

Oliver Dowden, Sekretaris Negara untuk Budaya Inggris, menyatakan pemerintah Inggris telah mengamati dengan jelas bahwa Huawei dan ZTE dianggap sangat berisiko.

Hal tersebut bedasarkan laporan dari pusat keamanan siber nasional (National Cyber Security Centre), yang merupakan salah satu Divsi dari intelijen GCHQ (Government Communication Headquarters) yang telah mengawasi Huawei di Inggris dan pada Januari lalu menemukan bahwa Huawei merupakan vendor yang beresiko tinggi terhadap keamanan Inggris.

Huawei Diduga Pakai Chip Baru


Ian Levy, direktur teknis NCSC menyatakan bahwa produk Huawei menggunakan chip baru yang cenderung dapat meningkatkan permasalahan keamanan dan realibilitas.

Selain itu, keputusan Boris Johnson tersebut juga dapat dilihat sebagai respon terhadap tindakan China belakangan ini, termasuk di antaranya ialah penerapan “Hukum Keamanan” Hong Kong yang di inisiasi pemerintah China. Hubungan antara Inggris dan China semakin memburuk belakangan ini setelah Inggris mengkritik ulah China yang menerapkan Keamanan Nasional Hong Kong.

Ke depan, perusahaan telekomunikasi di Inggris tidak diperbolehkkan untuk membeli setiap komponen dari Huawei untuk jaringan 5G setelah akhir tahun 2020. Selain itu, setiap peralatan yang dibuat dari Huawei akan dikeluarkan dari infrastruktur 5G pada 2027 mendatang.

Inggris Diduga akan Rugi Jika Melarang 5G Huawei


Financial Times melaporkan, kebijakan pelarangan operasi Huawei pada produk 5G justru akan dapat berdampak pada Tiga operator jaringan ponsel di Inggis BT,Three, dan Vodafone.

Sebelumnya BT dan Vodafone telah peringatkan bahwa jika pemerintah menyingkirkan peralatan Huawei dari jaringannya nantinya akan menyebabkan gangguan pada jaringan telekomunikasi secara signifikan, terlebih produsen China telah menjadi pemasok peralatan yang murah dan efektif.

Hal tersebut juga tentu menjadi pukulan bagi Huawei, terlebih ia kemungkinan akan memiliki pembagian 35% di pasar Inggris. Perusahaan tersebut juga berencana untuk menghabiskan £1bn di sebuah pusat penelitian baru di Cambridgeshire. Namun Huawei yakin bahwa keputusan Boris Johnson akan melakukan larangan yang lebih luas di atas produk lain.
Pihak Vodafone berpendapat jika pelarangannya melebar ke seluruh produk seluler Huawei, kerugian yang didapat oleh pemerintah Inggris akan membesar sampai dengan milaran Poundsterling.

Dowden sendiri juga mengakui bahwa kebijakan tersebut akan merugikan. Ia mengestimasi efek kumulatif dari pelarangan 5G dari Huawei akan menunda ketersediaan 5G di Inggris selama 3 tahun dan meningkatkan biaya upgrade dari 4G senilai 2 miliar Euro.

Pemerintah China tentu merespon kebijakan tersebut, Jubir Kementrian Luar Negeri China Hua Chunying menentang pelarangan tersebut dan kedepannya pemerintah China akan mengambil tindakan untuk melindungi legitimasi dan kepentingan perusahaan China.

Selain itu Liu Xiaoming Duta Besar China untuk Inggris menyatakan bahwa keputusan yang diambil inggris akan merusak hubungan diplomatis dan rasa percaya antara kedua negara di level pemerintahan maupun bisnis yang telah Inggris bangun sebelumnya selama beberapa dekade.


Baca juga artikel terkait HUAWEI atau tulisan menarik lainnya Mochammad Ade Pamungkas
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Mochammad Ade Pamungkas
Penulis: Mochammad Ade Pamungkas
Editor: Agung DH
DarkLight