Info Terkini Gunung Merapi 19 April 2021: 24 Kali Gempa Guguran

Oleh: Alexander Haryanto - 19 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi pada hari ini mengalami 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 10-64 detik
tirto.id - Kondisi Gunung Merapi pada hari ini, Senin, 19 April 2021 berdasarkan pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, mengalami 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 10-64 detik. Dan 2 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.3-0.4 detik dan lama gempa 5-6 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 30 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Aktivitas Gunung Merapi

Periode pengamatan, Senin (19/4) pukul 12.00-18.00 WIB.

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 30 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Pengamatan kegempaan

24 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 10-64 detik

2 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.3-0.4 detik dan lama gempa 5-6 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight