Menuju konten utama

Info & Situasi Terkini Konflik Israel-Palestina dan Jumlah Korban

Info dan situasi dari konflik Israel-Palestina saat ini adalah enam orang tewas akibat serangan udara Israel. 

Info & Situasi Terkini Konflik Israel-Palestina dan Jumlah Korban
Asap dan api membubung tinggi di atas sebuah gedung saat serangan udara Israel, di tengah gejolak perseteruan antara Israel-Palestina, di Kota Gaza, Senin (17/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/hp/cfo

tirto.id - Berdasarkan berita terbaru hari ini, Rabu, 19 Mei 2021, Israel kembali melakukan serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya enam orang dan menghancurkan rumah. Militer Israel menyatakan mereka akan memperluas serangannya di bagian selatan untuk membalas tembakan roket yang terus berlanjut dari kelompok Hamas.

Seperti dilaporkan CNBC, warga sekitar terus menyaksikan tumpukan batu bata, beton dan puing-puing sisa rumah dari 40 anggota keluarga al-Astal. Sebelum adanya serangan udara itu, mereka mengatakan, sebuah rudal peringatan menghantam gedung di kota selatan Khan Younis, sehingga banyak yang melarikan diri.

Menurut keterangan profesor universitas Ahmed al-Astal, banyak warga yang panik sebelum terjadinya serangan udara, baik pria, wanita dan anak-anak bertaburan pergi keluar gedung, bahkan ada yang tanpa pakaian.

Masih menurut laporan CNBC, lebih dari 200 warga Palestina meninggal dan hampir 60 ribu orang mengungsi saat serangan udara pasukan Israel di Gaza. Sementara di Israel, ada 12 warga yang tewas dalam serangan roket Hamas.

Sementara itu, Aljazeera melaporkan, jet tempur Israel yang menyerang Jalur Gaza pada Rabu dini hari telah meratakan bangunan dan menewaskan setidaknya 4 warga Palestina, salah satunya adalah seorang jurnalis. Serangan terbaru itu diluncurkan Israel untuk membalas kelompok Hamas yang meluncurkan banyak roket ke kota-kota Israel.

Masih menurut Aljazeera, sedikitnya 219 orang Palestina, termasuk 63 anak-anak telah meninggal di Gaza sejak kekerasan mulai terjadi pada 10 Mei. Sementara 1.500 warga Palestina lainnya luka-luka. Sementara itu, 12 warga di Israel meninggal, termasuk 2 anak dan 300 orang mengalami luka-luka.

Infografik SC Serangan Israel Ke Palestina

Infografik SC Serangan Israel Ke Palestina. tirto.id/Fuad

Awal Mula Konflik Israel-Palestina

Dikutip AP News, 8 Mei 2021, Israel memblokir tempat berkumpul orang-orang Palestina untuk bersosialisasi saat berbuka puasa. Insiden tersebut mengakibatkan bentrok selama dua pekan sebelum Israel mencabut perbatasan.

Kendati demikian, bentrok kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir karena Israel mengancam akan melakukan penggusuran terhadap puluhan warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah.

Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam. Di sisi lain, situs ini juga dianggap suci oleh orang Yahudi. Mereka menyebutnya sebagai Temple Mount dan menghormatinya sebagai tempat di mana kuil-kuil Alkitab berdiri. Ini adalah titik api dari konflik Israel-Palestina yang terjadi sejak lama. Polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat ke arah pemuda Palestina. Kejadian itu terjadi pada hari Jumat di Masjid Al-Aqsa Yerusalem.

Seperti diwartakan Reuters, konflik itu terjadi karena potensi penggusuran warga Palestina dari rumah mereka. Akibat bentrok tersebut, setidaknya 205 warga Palestina dan 17 petugas polisi terluka.

Petugas medis Palestina mengatakan, ada ribuan warga Palestina menghadapi ratusan polisi Israel yang dilengkapi dengan perlengkapan anti huru hara. Dilaporkan, ada sekitar puluhan ribu warga Palestina berkumpul untuk melaksanakan salat di kompleks puncak bukit yang mengelilingi masjid.

Namun, banyak di antara mereka yang memilih tetap tinggal untuk menentang penggusuran di kota yang telah lama menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina. Polisi menggunakan meriam air yang dipasang pada kendaraan lapis baja untuk membubarkan pengunjuk rasa.

"Jika kita tidak mendukung kelompok orang ini di sini, (penggusuran) akan (terjadi) di rumah saya, rumahnya, dan kepada setiap warga Palestina yang tinggal di sini," kata pengunjuk rasa Bashar Mahmoud (23) warga Palestina.

Atas bentrok itu, seorang pejabat Aqsa melalui pengeras suara masjid meminta agar semua pihak menenangkan situasi. "Polisi harus segera berhenti menembakkan granat kejut ke arah jamaah, dan pemuda harus tenang dan diam!"

Baca juga artikel terkait KONFLIK ISRAEL PALESTINA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya