Info Gunung Merapi Hari Ini 9 September 2021: 38 Kali Gempa Guguran

Oleh: Alexander Haryanto - 9 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini 38 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-17 mm dan lama gempa 22-118 detik.
tirto.id - Gunung Merapi hari ini, Kamis, 9 September 2021 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 38 kali gempa guguran, 19 kali gempa hembusan dan 7 kali gempa low frekuency. Sampai saat ini, status Gunung Merapi masih dinyatakan siaga level III.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Berikut adalah kondisi Gunung Merapi hari ini berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB seperti dilaporkan laman magma.esdm.go.id:


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-29°C. Kelembaban 59-72%. Tekanan udara 628.5-708.7 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 38 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-17 mm dan lama gempa 22-118 detik.
  • 19 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 10.7-16 detik.
  • 7 kali gempa low frequency dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 9.6-11.7 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight