Info Gunung Merapi Hari Ini 20 Januari: Alami 24 Kali Gempa Guguran

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 20 Jan 2022 08:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
BPPTKG Menegaskan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
tirto.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan, terjadi 24 kali gempa guguran dari Gunung Merapi dengan amplitudo 3-32 mm dan durasi 28-104 detik pada periode pengamatan Kamis (20/1/2022) pukul 00:00 hingga 06:00.

Selain gempa guguran, pada periode pengamatan yang sama juga terjadi gempa hybrid atau fase banyak dari Gunung Merapi sebanyak 5 kali dengan amplitudo 2-4 mm, S-P 0,4 hingga 0,6 detik dan durasi 5-6 detik.

Sebelumnya, pada periode pengamatan Rabu (19/1/2022) pukul 00:00-24:00 WIB, dari Gunung Merapi teramati adanya asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang, tebal dan tinggi 10-50 meter di atas puncak kawah.

Selain itu juga teramati adanya guguran lava pijar sebanyak 16 kali dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya. Berikut aktivitas terkini Gunung Merapi menurut BPPTKG.

Aktivitas terkini Gunung Merapi



Periode pengamatan

20-01-2022 00:00-06:00 WIB

Lokasi Gunung Merapi

Merapi (2968 mdpl),
Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten,
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Meteorologi

Cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 17-23 °C, kelembaban udara 79-98 %, dan tekanan udara 567-717 mmHg. Volume curah hujan 1 mm per hari.

Visual

● Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Kegempaan

■ Guguran
(Jumlah : 24, Amplitudo : 3-32 mm, Durasi : 28-104 detik)

■ Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 5, Amplitudo : 2-4 mm, S-P : 0.4-0.6 detik, Durasi : 5-6 detik)

Kesimpulan

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga)

Rekomendasi BPPTKG

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI HARI INI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight