Info Gunung Merapi: 28 Kali Gempa Guguran & Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 17 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 28 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm dan lama gempa 13-101 detik.
tirto.id - Kondisi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini mengalami 28 kali gempa guguran dan 1 kali gempa hembusan. Peristiwa tersebut berdasarkan pengamatan pada Jumat, 17 September 2021 pukul 12.00-18.00 WIB. Sampai saat ini, status Merapi masih ditetapkan sebagai siaga level 3.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api tertutup kabut 0-I hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 500 meter dari puncak.

Berikut adalah kondisi Gunung Merapi hari ini berdasarkan laporan hari ini pukul 12.00-18.00 WIB dari laman magma.esdm.go.id:


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup kabut 0-I hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 500 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat. Suhu udara sekitar 17-24°C. Kelembaban 66-92%. Tekanan udara 626-716 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 28 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm dan lama gempa 13-101 detik.
  • 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 21 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight