Info BMKG: Daftar Gempa 28 November, Pacitan hingga Morowali

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 28 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Gempa di Pacitan ini terjadi pukul 13:33 WIB dan bermagnitudo 3.0.
tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta melalui laman resmi media sosial Twitter menginformasikan terjadinya gempa bumi di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (28/11/2019).

Gempa yang terjadi pukul 13:33 WIB ini bermagnitudo 3.0. Gempa ini berlokasi di 9.09 Lintang Selatan,111.30 Bujur Timur serta 103 kilometer Tenggara Pacitan, Jawa Timur, sedangkan kedalamanya berada di 10 kilometer.
Sementara melalui laman resminya BMKG juga menginformasikan gempa yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Gempa ini masuk kategori gempa yang dirasakan. Berikut daftar gempa seperti dilansir dari laman resmi BMKG.

# Waktu Gempa Lintang - Bujur Magnitudo Kedalaman Dirasakan (Skala MMI)
1 28/11/2019
12:32:04 WIB
1.44 LU 126.38 BT 4.5 10 kilometer Pusat gempa berada di laut 127 kilometer barat laut Jailolo
II Pulau Mayau
2 28/11/2019
11:17:57 WIB
2.82 LS 122.09 BT 3.9 10 kilometer Pusat gempa berada di darat 5 kilometer arah baratdaya Bahodopi, Kabupaten Morowali
II-III Bahodopi
3 28/11/2019
00:23:22 WIB
8.19 LS 115.55 BT 3 10 kilometer Pusat gempa berada di laut 17 kilometer TimurLaut Karangasem
II-III Karangasem

MMI merupakan Skala Mercalli, satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Oleh karena itu skala Mercalli sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Skala Mercalli yang dimodifikasi pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

BMKG menjelaskan apa itu MMI, sebagai berikut.

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.



Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight