Menuju konten utama

Inflasi Masih Rendah, BI Beri Sinyal Tahan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia memberi sinyal akan menahan suku bunga tetap rendah hingga terdapat tekanan pada fundamental inflasi.

Inflasi Masih Rendah, BI Beri Sinyal Tahan Suku Bunga Acuan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (20/2/2020). ANTARAFOTO/Puspa Perwitasari/ama.

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberi sinyal Indonesia tidak terburu-buru untuk meningkatkan suku bunga acuan, dengan kondisi inflasi yang masih rendah saat ini. Dia menegaskan, bank sentral akan mengatur kebijakan suku bunga rendah hingga terdapat tekanan pada inflasi.

"Kami akan mengatur kebijakan suku bunga rendah kami sebesar 3,5 persen sampai terdapat tekanan fundamental pada inflasi," kata Perry dikutip Antara, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Bank Indonesia akan melanjutkan stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan memulai normalisasi likuiditas untuk mengarahkan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas perekonomian pada tahun ini.

Normalisasi likuiditas dilakukan melalui peningkatan Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi enam persen pada Juni 2022. Selanjutnya menjadi tujuh persen pada Juli 2022, dan September 2022 menjadi sembilan persen.

Perry menilai kondisi likuiditas tersebut masih akan cukup bagi perbankan untuk memberikan kredit, serta berpartisipasi dalam operasi pemerintah. Di sisi lain, BI terus melakukan digitalisasi sistem pembayaran.

"Jadi saat kebijakan moneter mendukung stabilitas, kebijakan lainnya seperti makroprudensial dan sistem pembayaran digital masih akan didorong untuk pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Bank sentral juga akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan bersama dengan pemerintah untuk memastikan stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian pemulihan ekonomi Indonesia ke depannya akan terus berlanjut dan menuju ke prospek jangka menengah, yaitu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menentukan acuan suku bunga bulanan digelar pada 22 Juni hingga 23 Juni 2022. Bulan lalu, bank sentral mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga artikel terkait SUKU BUNGA ACUAN

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang