Badan Pusat Statistik

Inflasi Maret 2021 Sentuh 0,08 Persen, Turun dari Februari 2021

Reporter: - 1 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
BPS mencatat inflasi Maret 2021 mencapai 0,08 persen secara month to month (mtom), turun dari Februari 2021 yang mencapai 0,1 persen mtom.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2021 mencapai 0,08 persen secara month to month (mtom). Inflasi ini turun dari Februari 2021 yang mencapai 0,1 persen mtom.

Inflasi pada Maret 2021 ini terjadi di 58 dari total 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau BPS. Sementara itu, sisa 32 kota lainnya mengalami deflasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyatakan inflasi pada Maret 2021 ini ditopang oleh kelompok makanan, minuman, tembakau. Kelompok ini memberi sumbangan inflasi 0,4 persen secara mtom dan memberi andil 0,1 persen.

“Inflasi ini kalau kita lihat menurut pengeluaran ini diakibatkan oleh makanan, minuman, tembakau,” ucap Setianto dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/4/2021).

Sementara itu kelompok pengeluaran yang menyumbang deflasi terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami deflasi terbesar 0,39 persen dengan andil deflasi 0,02 persen. Kelompok transportasi juga menyumbang deflasi cukup besar yaitu 0,25 persen dengan andil deflasi 0,03 persen.

Dari sisi inflasi inti yang menunjukkan tingkat daya beli masyarakat, trennya mengalami penurunan. BPS mencatat inflasi inti Maret 2021 mencapai 1,21 persen secara year on year (yoy). Angka ini turun dari Februari 2021 1,51 persen yang terus melemah sejak tahun 2020 lalu.

Untuk pertama kalinya, inflasi inti secara month to month (mtom) menyentuh zona negatif yaitu minus 0,03 persen padahal pada Februari 2021 masih positif 0,01 persen.

Masih dalam komponen inflasi, indikator harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,02 persen dengan andil 0 persen. Sementara komponen bergejolak mengalami inflasi tertinggi yaitu 0,56 persen dan andil 0,1 persen.


Baca juga artikel terkait INFLASI atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Editor: Maya Saputri
DarkLight