Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama Maritim ASEAN-Korsel

Oleh: Yantina Debora - 7 Juni 2016
Pemerintah Indonesia mendorong ASEAN dan Korsel untuk memaksimalkan kerja sama di sektor maritim pada pertemuan ke-20 Dialog ASEAN-Korsel. Penguatan kerja sama itu untuk melindungi ekosistem dan sumber daya laut yang sangat vital bagi kehidupan dan terkait erat dengan ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.
tirto.id - Pertemuan ke-20 Dialog ASEAN-Republik of Korea (Korsel), Pemerintah Indonesia mendorong ASEAN dan Korsel untuk memaksimalkan kerja sama di sektor maritim.

"ASEAN dan Republik Korea (Korsel) perlu konsisten menekankan pentingnya isu maritim pada aspek politik, keamanan, ekonomi serta sosial dan budaya. Kita juga harus melindungi ekosistem dan sumber daya laut dari kegiatan merugikan seperti IUU Fishing (penangkapan ikan secara ilegal)," kata Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) M.I. Derry Aman, demikian disampaikan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Derry merupakan Ketua Delegasi RI pada Pertemuan ke-20 Dialog ASEAN-Republik Korea di Pyeongchang, Korsel.

Penguatan kerja sama maritim, menurut Derry adalah untuk melindungi ekosistem dan sumber daya laut yang dinilai sangat vital bagi kehidupan dan terkait erat dengan ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Untuk itu, Indonesia mendorong agar seluruh anggota ASEAN dan Korsel untuk melaksanakan secara efektif dan konkret serta memanfaatkan berbagai kesepakatan penting dan strategis, termasuk dalam bidang maritim.

"Khususnya mengenai Pernyataan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur tentang Penguatan Kerja Sama Regional Maritim, yang merupakan prakarsa Indonesia," kata Derry.

Selain itu, ia menambahkan, Pemerintah Indonesia juga mendorong ASEAN dan Korsel untuk turut mendukung prakarsa Indonesia mengenai Pernyataan Forum Regional ASEAN (ARF), terkait Kerja Sama Pencegahan dan Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal, untuk dapat disahkan dalam pertemuan ARF tingkat menteri pada Juli tahun ini.

Untuk diketahui, kerja sama kemitraan ASEAN-Korsel dibentuk pada 1989 dan terus dikembangkan baik melalui KTT ASEAN-Korsel, pertemuan pejabat tinggi, pertemuan menteri, maupun melalui mekanisme lainnya seperti Forum Regional ASEAN dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus).

Kemitraan ASEAN-Korsel semakin diperkuat dengan peningkatan level kerja sama dari kemitraan komprehensif menjadi kemitraan strategis, serta mengadopsi Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis ASEAN-Korsel untuk Perdamaian dan Kesejahteraan pada KTT ke-13 ASEAN-Korsel pada 29 Oktober 2010 di Hanoi, Vietnam.

Baca juga artikel terkait SOSIAL BUDAYA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara