Menuju konten utama

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia Jadi 3,9% di 2021

Pandemi COVID-19 yang melonjak di Indonesia membuat IMF memangkas proyeksi ekonomi sebesar 0,4 persen menjadi 3,9 persen dari 4,3 persen.

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia Jadi 3,9% di 2021
Pintu masuk IMF dengan tanda Dana Moneter Internasional, pintu pengaman keamanan tembok bangunan arsitektur beton. FOTO/Istockphoto

tirto.id - International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,4 persen menjadi menjadi 3,9 persen di 2021. Pada April lalu, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI 4,3 persen.

Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) pemicu utama pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI adalah mutasi virus COVID-19 varian Delta yang menyebar sangat cepat dalam dua bulan terakhir. Mutasi ini bahkan membuat jumlah kasus penularan COVID-19 di Indonesia terus capai rekor tertinggi hingga menembus angka 50 ribu kasus/hari.

Meskipun selama masa PPKM Level 4 kasus penularan terus turun di angka 20 ribu pada 26 Juli bukan berarti penularan menurun. Sebab penurunan kasus baru akibat dari sedikitnya tes COVID-19. Sebaliknya angka kematian akibat COVID-19 tidak turun. Kasus kematian baru mencapai 2.069 pada 27 Juli. Saat ini PPKM Level 4 berlaku hingga 2 Agustus, sehingga berpotensi menahan laju pemulihan ekonomi.

Proyeksi ini juga sudah disebut oleh Bank Indonesia (BI). Namun proyeksi BI ada di bawah 1 poin dari IMF. Pada 12 Juli 2021 Gubernur Perry Warjiyo memperkirakan PPKM Darurat bakal menekan angka pertumbuhan ekonomi RI di 2021. Berdasarkan hasil asesmen awal BI, PPKM Darurat bakal membuat pertumbuhan ekonomi RI berkisar 3,8 persen.

Perry juga menambahkan, proyeksi tersebut tercatat lebih rendah dari perkiraan BI sebelumnya pada rentang 4,1 persen-5,1 persen dengan titik tengah 4,6 persen.

Menanggapi proyeksi IMF, Kementerian Keuangan menyebut penurunan perkiraan pertumbuhan masih dalam rentang proyeksi pemerintah antara 3,7-4,5 persen, melansir Antara.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan ada lima strategi untuk memperbaiki proyeksi perekonomian. Mulai dari fokus pengendalian pandemi, melindungi kesejahteraan masyarakat, mendorong pemulihan ekonomi nasional, hingga meningkatkan daya saing.

Dalam laporan IMF posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dibanding beberapa negara lain. Berikut rincian proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 pada beberapa negara menurut IMF:

  • India 9,5 persen;
  • Argentina 6,4 persen;
  • Turki 5,8 persen;
  • Filipina 5,4 persen;
  • Brasil 5,3 persen;
  • Malaysia 4,7 persen;
  • Rusia 4,4 persen;
  • Pakistan 3,9 persen;
  • Indonesia 3,9 persen;
  • Thailand 2,1 persen.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - News
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali