Pertemuan IMF-Bank Dunia

IMF-Bank Dunia: RI Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tunjukkan Ekonomi Kuat

Oleh: Damianus Andreas - 12 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan langkah Indonesia dengan menjadi tuan rumah itu sekaligus membuktikan bahwa negara dalam kondisi yang kuat dan tangguh.
tirto.id - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji-muji kondisi perekonomian Indonesia. Menurut Kim, Indonesia saat ini memiliki sejumlah indikator yang menunjukkan perekonomiannya tengah dalam kondisi baik. Ia pun menyebutkan bahwa perubahan dari segi ekonomi yang dialami Indonesia tergolong mengagumkan.

“Indonesia telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membuat kemajuan signifikan dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Kim dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali pada Kamis (11/10/2018).

Lebih lanjut, Kim menyebutkan pendapatan per kapita Indonesia yang meningkat dari 785 dolar AS pada 2000, menjadi 3.800 dolar AS pada 2017. Selain itu, pemerintah Indonesia juga dinilainya berhasil dalam mengurangi angka kemiskinan, dari yang sebelumnya 19,1 persen pada 2000, menjadi di kisaran 9,8 persen pada Maret 2018.

Tak hanya menilainya dari segi fundamental perekonomian, Kim turut memuji-muji komitmen Indonesia sebagai tuan rumah dari Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018. Menurut Kim, langkah Indonesia dengan menjadi tuan rumah itu sekaligus membuktikan bahwa negara dalam kondisi yang kuat dan tangguh.

“Pertemuan ini adalah demonstrasi yang jelas bahwa komunitas internasional berdiri bersama rakyat di masa-masa yang sulit ini,” ungkap Kim.

Tak hanya Kim, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Funds/ IMF) Christine Lagarde juga sempat menyampaikan pujiannya terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Menurut Lagarde, Indonesia memiliki ketahanan yang baik, sehingga tidak mudah terkena krisis seperti sejumlah negara berkembang lain, seperti Turki, Venezuela, dan Argentina.

Ia pun menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah memiliki kedisiplinan yang baik dalam mengarahkan perekonomian. Terkait dengan mata uang rupiah yang cenderung terus melemah, Lagarde mengingatkan kejadian semacam itu tidak hanya dialami Indonesia.

“Ada perubahan pada tataran kebijakan ekonomi Indonesia secara signifikan. Penilaian kami untuk itu sangatlah baik. Pendapatan per kapita naik dua kali, angka kemiskinan turun, inflasi rendah, dan rekam jejak utangnya terkendali,” ungkap Lagarde pada Kamis (11/10/2018).

Baca juga artikel terkait PERTEMUAN IMF atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Maya Saputri