Imam Katolik Ditangkap Atas Tuduhan Meraba-Raba Seorang Wanita

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 21 Maret 2019
Imam Katolik melakukan pelecehan seksual terhadap wanita yang sedang dirawat di rumah sakit karena diabetes.
tirto.id - Seorang imam dari Gereja Katolik ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual karena meraba-raba seorang wanita saat sedang melakukan sakramen pengurapan orang sakit di sebuah rumah sakit.

Associated Press News (AP News) Imam bernama Gerold Langsch dari Austin ini ditangkap pada Kamis (21/3/2019) dan didakwa melakukan pelecehan melalui kontak pada pertemuan 5 Oktober 2018.

Imam berusia 75 tahun ini dibebaskan dengan denda 15 ribu dolar Amerika Serikat (AS). Jika terbukti bersalah, ia bisa dihukum satu tahun penjara dan denda 4 ribu dolar AS.

Polisi menyatakan, wanita yang jadi korban itu dirawat di rumah sakit karena komplikasi diabetes. Langsch mengunjungi rumah sakit tersebut untuk melakukan sakramen pengurapan orang sakit dan sakramen pengampunan.

Wanita itu melaporkan, Langsch mengurapi dadanya dengan air suci, kemudian mulai mengoleskan lotion, memijat payudara, dan memegang puting wanita itu sambil bertanya, "Apakah itu enak?"

Langsch kemudian berusaha memasukkan tangannya ke dalam popok yang dikenakan wanita itu, tapi tidak berhasil.

Wanita itu kemudian melaporkan tindakan Langsch pada polisi. Ia menyatakan perlakuan Langsch membuatnya terkejut, tidak nyaman, bingung dan merasa seperti "sepotong daging yang kotor".

Keuskupan Katolik Austin mengatakan, Langsch telah merupakan pendeta di Geraja Katolik St. Paul di Austin hingga bulan lalu, ketika keuskupan menerima laporan yang menyatakan Langsch "gagal menjaga batas-batas dengan orang dewasa".

Keuskupan menyatakan dalam laporan itu tidak disertakan apapun soal kontak fisik. Namun, Keuskupan mencopot Langsch dari jabatannya dan ia tidak lagi dapat melayani sebagai imam di bawah naungan Keuskupan.

Keuskupan menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan polisi dan meminta siapa pun yang memiliki informasi tentang tindakan imam yang melenceng untuk segera melapor ke polisi.


Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH