Ilmuwan Jelajah Dasar Laut Antartika yang Tersembunyi Ribuan Tahun

Oleh: Nurcholis Maarif - 18 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Lokasi yang diteliti belum pernah tersentuh oleh manusia dan tak pernah mendapat cahaya matahari.
tirto.id - Kapal penjelajah Polastern yang diisi 45 ilmuwan internasional akan diberangkatkan minggu ini ke Benua Antartika untuk meneliti ekosistem bawah laut yang ditutupi es dan belum pernah terkena sinar matahari selama 100 ribu tahun.

Kapal Polastern akan diberangkatkan dari Chile dan disiapkan untuk ekpedisi selama sembilan minggu. Polastern merupakan kapal penjelajah daerah kutub dari Alfred Wegener Institute di Jerman yang memiliki peralatan terlengkap di dunia.

Nature menuliskan, dua helikopter akan memandu penjelajahan Polastern dalam mengarungi daerah kutub yang dipenuhi es.

Lokasi yang diteliti belum pernah tersentuh oleh manusia dan tak pernah mendapat cahaya matahari. Hasil observasi diharapkan dapat membantu para ilmuwan untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan tentang komunitas atau ekosistem bawah laut dan perkembangan beserta perubahan-perubahannya.

Sampel fauna dan kimia dari dasar laut juga bisa jadi menyimpan petunjuk bagi evolusi dan kehidupan di dalamnya serta responnya terhadap perubahan iklim yang sekarang menjadi isu global. Namun, lokasi tersebut sulit dijangkau karena kondisi maupun cuaca yang buruk.

Boris Dorschel selaku kepala ilmuwan dalam ekspedisi kapal Polastern mengatakan timnya sudah memiliki alat yang memungkinkan untuk mendapatkan data dan gambar dari es maupun bawah es.

Dorschel mencontohkan sudah menyiapkan sebuah kendaraan yang dapat dioperasikan dari jarak jauh untuk mengambil sampel air bawah laut. Kendaraan tersebut juga dapat berfungsi menjelajah dan menghasilkan topografi dan habitat yang ada di laut terdalam.

“Kami akan bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin,” ucap Dorschel dari Alfred Wagener Institute seperti dikutip Nature.

Upaya serupa sebelumnya pernah dilakukan kapal James Clark Ross dari British Antarctic Survery (BAS) Inggris tetapi gagal. Katrin Linse, ahli biologi kelautan dari BAS dan pemimpin ekspedisi tersebut mengatakan, adanya es setebal 5 meter membuat kapten dalam kapal tersebut memutuskan untuk berbalik arah pulang.

Linse tidak bisa ikut dalam ekspedisi bersama Polastern tetapi beberapa koleganya ada yang ikut bersama Polastern. Linsa juga mengatakan, kondisi saat ini sangat menguntungkan karena es yang menghentikan ekpedisi James Clark Ross sudah tidak ada lagi dari laut Wedell.

“Ini peluang yang sangat unik untuk mengetahui kehidupan laut dan pengaruhnya akibat perubahan lingkungan,” ucap Linse.


Baca juga artikel terkait PENJELAJAHAN ANTARTIKA atau tulisan menarik lainnya Nurcholis Maarif
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Nurcholis Maarif
Editor: Dipna Videlia Putsanra