Menuju konten utama

IKAPPI Desak Pemprov DKI Sediakan Asuransi untuk Pedagang Pasar

Asuransi tersebut bisa berupa asuransi kios, asuransi personal ataupun asuransi dagangannya, sehingga pedagang bisa terhindar kerugian akibat kebakaran.

IKAPPI Desak Pemprov DKI Sediakan Asuransi untuk Pedagang Pasar
Warga memerhatikan lokasi pascakebakaran Pasar Inpres Pasar Minggu di Jakarta, Selasa (13/4/21). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

tirto.id - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui PD. Pasar Jaya agar menyediakan asuransi untuk para pedagang pasar. Hal itu guna melindungi para pedagang dari kerugian akibat kebakaran yang sering terjadi di pasar.

Pasalnya menjelang dan saat Ramadhan, banyak terjadi kebakaran pasar di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta seperti di pasar Kambing, Tanah Abang dan di Pasar Minggu beberapa hari yang lalu.

"Meminta kepada PD Pasar Jaya untuk menyiapkan asuransi bagi pedagang pasar," kata Wasekjend DPP IKAPPI, Morai melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/4/2021).

Dia menjelaskan asuransi tersebut bisa berupa asuransi kios, asuransi personal hingga asuransi dagangannya. "Tinggal nanti bisa di pikirkan regulasi yang tepat untuk asuransi tersebut," ucapnya.

IKAPPI juga mendorong agar pengelola pasar di Jakarta, misalnya PD Pasar Jaya melatih pedagang-pedagang untuk bisa melakukan pemadaman secara mandiri apabila terjadi kebakaran.

"Pelatihan-pelatihan itu bisa bekerja sama dengan dinas damkar, dinas pemadaman kebarakan dan beberapa lembaga lain," tuturnya.

Lalu, lanjut Morai, memperkuat para pedagang dalam menjalankan operasional sehingga dapat memperkuat mereka jika ada musibah kebakaran tanpa meminjam modal di rentenir.

Selanjutnya, IKAPPI mendorong agar PD Pasar Jaya mengecek kembali sumur-sumur serapan serta menyiapkan hydrant yang ada di lokasi pasar. Hal ini penting untuk melakukan penanganan dini sebelum tersebar kebakaran tersebut, sehingga dapat diantisipasi lebih awal.

"Sehingga sebarannya tidak luas dan tidak banyak memakan korban," jelasnya.

Baca juga artikel terkait PASAR TRADISIONAL atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto