Menuju konten utama

IHSG Sempat Anjlok Lagi, OJK Minta Pengusaha Tak Panik

OJK menyatakan akan berupaya meminimalisir dampak sentimen negatif yang tengah menghantui pasar modal menyusul adanya ketidakpastian ekonomi akibat pendemi COVID-19.

IHSG Sempat Anjlok Lagi, OJK Minta Pengusaha Tak Panik
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memberikan keterangan pers sesuai bertemu dengan Presiden Joko Widodo terkait penanganan dampak virus corona terhadap sektor ekonomi Indonesia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat tidak panik menyikapi anjloknya harga saham yang diwakilkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). OJK menyatakan akan berupaya meminimalisir dampak sentimen negatif yang tengah menghantui pasar modal menyusul adanya ketidakpastian ekonomi akibat pendemi Corona atau COVID-19.

“Kami imbau kepada para pengusaha terutama yang punya portofolio di pasar modal tidak ikut panik. Kita coba lakukan agar dampaknya minimal,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jumat (13/3/2020).

IHSG sempat tercatat anjlok ke level terendah di kisaran 4639,914 poin pada pukul 10.00 WIB padahal nilai terakhir pada penutupan perdagangan, Kamis (12/3/2020) masih berada di kisaran 4895,748 poin.

Akibat anjloknya IHSG, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberlakukan trading halt atau penghentian sementara selama 30 menit pada pukul 9.15 WIB.

Hal itu menyikapi posisi IHSG yang langsung terjun hingga 5,01 persen atau 245.165 poin ke level 4.650,58. Namun menjelang pukul 15.00 WIB posisi IHSG sudah Kembali menguat ke kisaran 4880,283 poin.

Wimboh mengatakan dari berbagai paket stimulus yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah memang tak semuanya langsung berkaitan dengan pasar modal. Namun ia memastikan dampaknya bakal mampu menekan sentimen negatif yang sedang mempengaruhi pasar modal.

“Kita memberikan ruangan yang luas kepada para pengusaha, emiten di pasar modal untuk perbaikan yang lebih cepat dan kita tidak bisa menghindari sama sekali pasar modal, memberikan ruang bagi para pengusaha untuk bisa bernapas panjang sambil menunggu agar korona ini cepat selesai,” ucap Wimboh.

Baca juga artikel terkait IHSG ANJLOK atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz