IHSG Ditutup Menguat di 7.195, Sektor Kesehatan Melesat 1,22 Persen

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 19 Sep 2022 16:03 WIB
Dibaca Normal 1 menit
IHSG ditutup menguat pada level 7.195 di sesi perdagangan Senin (19/9/2022). Sektor kesehatan tercatat melesat paling tinggi sebesar 1,22 persen.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi perdagangan Senin (19/9/2022). IHSG berada di level 7.195 (+0,37 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.231. Sementara itu, level terendah indeks tercatat di 7.151.

Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 208 saham menguat, 354 saham melemah, dan 142 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.490 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp15,55 triliun.

Berdasarkan pantauan, penguatan IHSG hari ini ditopang oleh kenaikan lima indeks sektoral. Sektor kesehatan melesat 1,22 persen, sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,57 persen, dan sektor infrastruktur menanjak 0,31 persen.

Kenaikan lain juga terjadi pada sektor keuangan 0,28 persen dan sektor properti dan real estat menguat 0,05 persen.

Sementara itu, enam sektor berakhir di zona merah meski IHSG menguat. Sektor transportasi dan logistik anjlok 1,86 persen, sektor energi tumbang 1,83 persen, dan sektor teknologi merosot 1,82 persen.

Penurunan lain diikuti sektor barang baku melorot 0,64 persen, sektor barang konsumsi primer melemah 0,32 persen, dan sektor perindustrian turun tipis 0,01 persen.

Top gainers hari ini adalah:

- PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) naik Rp20 atau 29,85 persen menjadi Rp87

- PT Semacon Integrated Tbk (SEMA) naik Rp27 atau 14,75 persen menjadi Rp210

- PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp34 atau 14,05 persen menjadi Rp276

IHSG pada awal pekan menguat menanti pertemuan Bank Indonesia (BI). Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 30,3 poin atau 0,42 persen ke posisi 7.199,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,76 poin atau 0,57 persen ke posisi 1.021,77.

"Fokus investor untuk pekan ini yaitu menunggu rilisnya data suku bunga acuan untuk periode September," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dikutip Antara.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia akan dilaksanakan pada 21-22 September 2022. Konsensus memperkirakan suku bunga acuan BI tetap di level 3,75 persen.

Selanjutnya dari global, bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) berencana menggelar rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada 20-21 September 2022 untuk membahas mengenai suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya.

Pelaku pasar memproyeksikan kenaikan suku bunga acuan 75 basis poin (bps) hingga 100 bps pada pekan ini. Investor saat ini masih wait and see menunggu hasil keputusan suku bunga acuan oleh BI dan The Fed.

Sementara itu bursa ekuitas AS pada Jumat (16/9) lalu kembali terkoreksi, mengakhiri salah satu minggu terburuknya dalam beberapa bulan. Investor bereaksi terhadap peringatan pendapatan yang buruk dari FedEx karena ekonomi global yang memburuk.

Pengumuman FedEx datang segera, setelah laporan inflasi yang lebih buruk dari perkiraan di AS yang menimbulkan kekhawatiran bahwa The Fed akan dipaksa untuk menyebabkan resesi guna mendinginkan harga.

Sedangkan bursa ekuitas Eropa pada akhir pekan lalu ditutup turun, di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi, ekspektasi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, dan berlanjutnya volatilitas di pasar energi.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Hang Seng melemah 121,84 poin atau 0,65 persen ke 18.639,85, Indeks Shanghai naik 5,2 poin atau 0,17 persen ke 3.131,6, dan Indeks Straits Times meningkat 0,34 poin atau 0,01 persen ke 3.268,63. Sedangkan bursa Jepang libur.


Baca juga artikel terkait IHSG DITUTUP MENGUAT atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight