IHSG Ditutup Menguat 5.930 Seiring Hadirnya Vaksin Corona Sinovac

Oleh: Yantina Debora - 7 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
IHSG tembus 5.930 dalam penutupan perdagangan hari ini, 7 Desember 2020 seiring hadirnya vaksin corona yang diproduksi Sinovac.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 120,28 poin atau 2,07 persen ke posisi 5.930,76 pada Senin (7/12/2020) sore.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,07 poin atau 2,19 persen ke posisi 936,32.

Penguatan IHSG seiring kedatangan vaksin COVID-19 yang diproduksi Sinovac yang tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam.

"Penguatan IHSG dipicu adanya euforia terkait dengan kedatangan sebanyak 1,2 juta vaksin COVID-19 buatan Sinovac, dari China ke Indonesia dengan pesawat Garuda Indonesia," kata analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta.

Sentimen lain yang mendorong IHSG hari ini yaitu data cadangan devisa RI per November 2020 sebesar 133,6 miliar dolar AS yang mana angka tersebut adalah relatif sama dibandingkan periode Oktober 2020 sebesar 133,7 miliar dolar AS.

Menurut Nafan, angka tersebut masih disikapi positif oleh para pelaku pasar. Hal itu mengingat dari perspektif Bank Indonesia, adapun cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Sementara dari global ialah berkaitan dengan membaiknya kinerja data-data US nonfarm payroll terutama dari data US average hourly earnings maupun data US unemployment rate," ujar Nafan.

Pada pembukaan hari ini, IHSG berada di posisi 5.864.61. Dikutip dari IDX, IHSG terus bergerak naik dan mencapai 5.900,82 pada pukul 10.55. Selanjutnya IHSG naik ke posisi 5.920,6 pada pukul 14.05 hingga ditutup pada 5.930,76

Secara sektoral, seluruh sektor meningkat dimana sektor industri dasar paling tinggi yaitu 3,72 persen, diikuti sektor manufaktur dan sektor aneka industri masing-masing 2,65 persen dan 2,45 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp359,45 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.327.753 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,84 miliar lembar saham senilai Rp17,32 triliun. Sebanyak 364 saham naik, 126 saham menurun, dan 138 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 203,8 poin atau 0,76 persen ke 26.547,44, indeks Hang Seng turun 329,07 poin atau 1,23 persen ke 26.506,85, dan indeks Straits Times terkoreksi 11,39 atau 0,4 persen ke 2.828,5.

Vaksin Sinovac


Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 telah tiba di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pesawat charter milik maskapai Garuda Indonesia yang membawa vaksin tersebut mendarat sekitar pukul 21.30 WIB malam.

“Hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin COVID-19. Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung, sejak Agustus 2020 yang lalu,” ungkap Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, dikutip dari Setkab.

Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan penanganan pandemi di Indonesia. Disampaikan Kepala Negara, pemerintah masih mengupayakan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021.

Selain vaksin dalam bentuk jadi, lanjutnya, Indonesia juga akan mendatangkan vaksin dalam bentuk bahan baku curah, yang selanjutnya akan diproses oleh Bio Farma.

“Dalam bulan ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin dan di bulan Januari sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah, yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma,” ujar Presiden.

Vaksin yang tiba di Tanah Air itu langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat. Dari warehouse di terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, vaksin yang disimpan dalam 7 Envirotainer diangkut menggunakan 3 truk.

Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 3 jam, rangkaian kendaraan pembawa vaksin tiba di Bio Farma sekitar pukul 03.45 WIB.

Vaksin kemudian dipindahkan dari Envirotainer untuk disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin COVID-19.

Kemudian akan dilakukan pengambilan sampel vaksin untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma.


Baca juga artikel terkait IHSG MENGUAT atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight