IHSG Ditutup Melemah 0,51%, Seiring Meningkatnya Risiko Resesi

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 28 Nov 2022 16:06 WIB
IHSG ditutup melemah di level 7.017 (-0,51 persen) pada perdagangan Senin (28/11/2022). Hal ini dipicu peningkatan potensi resesi.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/11/2022). IHSG berada di level 7.017 (- 0,51 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.083 dan level terendah indeks tercatat di 7.011.

"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG melemah, didorong oleh meningkatnya risiko resesi setelah obligasi Jerman mengalami inverting, kenaikan kasus baru di Cina yang berdampak terhadap lockdown dan demonstrasi, serta melemahnya harga komoditas di hari ini," tulis Tim Riset Panin Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta dikutip Antara.

Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 196 saham menguat, 327 saham melemah, dan 183 saham bergerak ditempat. Sementara itu, kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.495 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp12,32 triliun.


Berdasarkan pantauan, IHSG dipengaruhi pelemahan tujuh indeks sektoral. Sektor teknologi terjun anjlok tertinggi mencapai 3,83 persen. Diikuti sektor infrastruktur tergerus 1,29 persen dan sektor transportasi dan logistik 1,01 persen.

Penurunan juga diikuti oleh sektor barang baku terpangkas 0,95 persen, sektor keuangan melemah 0,62 persen, sektor energi terkoreksi 0,38 persen, dan sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,01 persen.

Sementara empat sektor berhasil bertahan di zona hijau. Sektor kesehatan menguat 0,88 persen. Diikuti sektor barang konsumsi primer naik 0,60 persen, sektor properti dan real estat naik 0,19 persen, dan sektor perindustrian menguat 0,13 persen.

Top gainers hari ini adalah:

- PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 24,78 persen ke Rp705 per saham

- PT Aman Agrindo Tbk (GULA) naik 16,51 persen ke Rp254 per saham

- PT Hotel Fitra Internatioal Tbk (FITT) naik 15,38 persen ke Rp390 per saham.




Baca juga artikel terkait IHSG DITUTUP MELEMAH atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight