IHSG Diprediksi Bergerak Melemah Hari Ini, 10 Juli 2020

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 10 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
IHSG tercatat melemah dalam pembukaan perdagangan 10 Juli 2020.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8,57 poin atau 0,17 persen ke posisi 5.044,22 pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (10/7/2020). Pedagangan diperkirakan bergerak mendatar dan cenderung terkoreksi sebagaimana dikutip Antara dari laporan Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga terkoreksi 2,83 poin atau 0,36 persen menjadi 786,7 pagi hari ini.

Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporannya tersebut menuliskan, pergerakan mendatar IHSG hari ini akan dipengaruhi sentimen global dan domestik.

Investor diimbau untuk mencermati saham dari sektor barang-barang konsumsi (consumer goods) yang tidak terdampak oleh pandemi COVID-19. Pelaku pasar bisa mempertimbangkan untuk membeli saham dari sektor yang tak terdampak COVID-19 tersebut.

Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi kontraksi antara 1,1 persen (yoy) hingga 0,4 persen (yoy) pada semester I 2020. Perkiraan Kemkeu ini tentu menjadi katalis negatif yang dapat melemahkan IHSG.

Para pelaku pasar juga merespons realisasi defisit APBN sepanjang periode 2020 yang mencapai Rp257,8 triliun atau setara dengan 1,57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, kasus positif COVID-19 secara global yang terus meningkat menjadi sentimen eksternal IHSG. Dengan adanya penambahan kasus, para pelaku pasar khawatir pemulihan perekonomian global menjadi lebih lambat.

Bursa saham Wall Sreet pun ditutup bervariasi dipicu oleh klaim pengangguran Amerika Serikat sejumlah 1,314 juta pada pencatatan 4 Juli 2020 lalu, menyusul angka revisi 1,413 juta pada inggu sebelumnya. Departemen Tenaga Kerja melaporkan pandemi terus membebani pasar tenaga kerja.

Indeks Dow Jones ditutup dengan menurunan 361,19 poin atau 1,39 persen menjadi 25.706,9 poin, dan indeks S&P500 pun bergerak turun 17,89 poin atau 0,56 persen menjadi berakhir pada 3.152,05 poin. Sebaliknya, indeks komposit Nasdaq ditutup meningkat 55,25 poin atau 0,53 persen menjadi 10.547,7 poin.

Sementara pada perdangangan hari ini, bursa saham regional asia melemah ditandai dengan indeks Nikkei turun 62,94 poin atau 0,28 persen menjadi 22.481,73 poin, indeks Hang Seng turun 141,65 poin atau 0,54 persen ke 26.068,51, dan indeks Shanghai terkoreksi 19,49 poin atau 0,56 persen ke 3.431,1.

Penutupan Perdagangan 9 Juli 2020

Perdagangan IHSG ditutup melemah akibat aksi ambil untung atau profit taking para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 23,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 5.052,79, sementara indeks LQ45 turun 7,05 poin atau 0,89 persen menjadi 789,54.

“Hari ini tidak terdapat data makroekonomi baik dari domestik maupun global yang memberikan high positive market impact. Ditambah lagi dengan adanya peningkatan jumlah kasus pengidap COVID-19 dalam skala mondial dan menjadi potensi COVID-19 second wave, membuat para pelaku pasar cenderung mengambil aksi profit taking,” kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama.

Pada sesi pertama perdagangan, IHSG nyaman berada di teritori positif. Selanjutnya, IHSG perlahan menurun hingga ditutup di zona merah.

Delapan dari 10 sektor terkoreksi dengan kerugian paling besar dicatat oleh sektor infrastruktur yaitu minus 0,85 persen. Sektor keuangan berada di posisi kedua tercatat minus 0,69 persen, dan di posisi ketiga turun paling besar dicatat sektor industri dasar yaitu minus 0,54 persen.

Dua sektor meningkat, di mana sektor pertanian dan sektor pertambangan masing-masing mencatatkan keuntungan sebesar 0,99 persen dan 0,48 persen.

Penutupan diiringi dengan aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp131,43 miliar.


Baca juga artikel terkait IHSG HARI INI atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yantina Debora
DarkLight