Bursa Saham Indonesia

IHSG Berpotensi Melemah, Berikut Rekomendasi Saham Hari ini

Reporter: Dwi Aditya Putra - 13 Mei 2022 05:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
William mengatakan pola gerak IHSG hingga saat ini masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan akhir pekan pagi ini, Jumat (13/5/2022). Posisi IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.411 sampai dengan 6.678.

IHSG sebelumnya ditutup melemah pada sesi perdagangan Kamis kemarin. Indeks berada di level 6.599 (-3,17persen) dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

"IHSG hari ini berpotensi melemah," kata CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya dalam risetnya, Jumat (13/5/2022).

William mengatakan pola gerak IHSG hingga saat ini masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir. Dalam hal ini, support level indeks kembali diuji kekuatannya.

“Sedangkan jelang rilis data perekonomian cadangan devisa pada hari ini disinyalir masih akan menunjukkan kondisi stabil yang diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG," katanya.

Meski begitu, William melihat peluang tekanan yang terjadi dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang.

Berikut ini beberapa rekomendasi dari Indosurya Bersinar Sekuritas, untuk saham-saham berpotensi dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya adalah:

- ITMG

- ASII

- TLKM

- AALI

- GGRM

- JSMR

- ASRI

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper menambahkan, ada beberapa saham layak dicermati pada perdagangan hari ini. Dia pun masih merekomendasikan MEDC Medco Energy International Tbk dengan target price 600 – 615, tingkat masuk 555 – 570, dan stop loss 545.

Selain MEDC, Dennies juga rekomendasikan saham milik PGAS Perusahaan Gas Negara Tbk. Menurutnya PGAS masih menarik dicermati dengan target price 1.590 – 1.610, tingkat masuk 1.505 – 1.525, dan stop loss 1.490.

"[Keduanya] candlestick membentuk long black body dengan stochastic melebar setelah membentuk deadcross yang mengindikasikan potensi pelemahan. Sell/Cut Loss," tandasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz

DarkLight