Ide Gordon Strachan untuk Pemain Hadapi Tindakan Rasisme

Oleh: Yudha Najib - 28 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Gordon Strachan mengusulkan agar para pemain secara kolektif menolak bermain di laga berikutnya jika terjadi perlakuan rasisme terhadap mereka.
tirto.id - Gordon Strachan mengusulkan agar para pemain secara kolektif menolak bermain di laga berikutnya jika terjadi perlakuan rasisme terhadap mereka. Hal ini disampaikan oleh sang mantan manajer Skotlandia usai terjadi tindak rasisme terhadap Danny Rose, Raheem Sterling, dan Callum Hudson-Odoi di kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan tuan rumah Montenegro pada Selasa (26/3/2019).

Dalam laga tersebut, Inggris menang dengan skor 1-5. Raheem Sterling mencetak satu gol, sementara gol lain The Three Lions diciptakan oleh Michael Keane, Ross Barkley (dua gol), dan Harry Kane. Namun, tindakan rasisme suporter tuan rumah menjadi sorotan penting, termasuk bagi Strachan.

“Saya pikir kita perlu menegaskan kembali bahwa sebagian besar dari kita [pemain, suporter, dan federasi] harus berusaha [keras] untuk memberantas rasisme, karena olahraga yang telah kita ikuti selama 120 tahun adalah kompetisi yang hebat, dan [hanya] ada sedikit rasisme dalam pertandingan," ungkap Strachan dikutip Sky Sports.

Memang selama ini ada usul, pemain yang mendapatkan ejekan atau hinaan berbau rasisme, melakukan walk out sebagai bentuk protes. Namun, kelemahan ide ini adalah, tim yang meninggalkan lapangan bisa dikenai hukuman kalah WO.

Oleh karenanya, Strachan menyarankan, "Sebagai pemain, saya akan berdiri di sana [tetap di lapangan], dan saya akan membuat rekan satu tim saya berkerumun di sekitar kemudian menunjuk orang yang melakukannya [tindakan rasisme, dan meminta stewards untuk datang.

"Atau para pemain, dapat berkumpul dan memutuskan untuk tidak kembali ke negara [tempat terjadinya aksi rasisme] itu. [Tindakan rasisme] terjadi sepanjang waktu di Montenegro, jadi mengapa mereka harus kembali?" tambahnya.

Menurut Strachan, para pemain yang dihina dengan tindakan rasisme, mesti bertindak lebih jauh, yaitu dengan cara memaksa FA atau UEFA, sebagai federasi dan konfederasi, bertindak.

"Kita harus berada di atas FA - mereka bukanlah pihak yang diperlakukan secara kasar. Jika pemain kulit hitam menolak pergi ke beberapa tempat [yang terbukti menjadi tempat tindakan rasisme], itu membuat UEFA dalam posisi harus melakukan sesuatu," papar sosok yang pernah menangani Middlesbrough ini.


Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Yudha Najib
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Yudha Najib
Editor: Fitra Firdaus