Ibadah Qurban: Ketentuan Pembagian Daging & Hikmahnya dalam Islam

Oleh: Beni Jo - 16 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Ibadah kurban juga bisa memberikan manfaat bagi antar sesama manusia. Berikut ini adalah sejumlah hikmah yang bisa dipetik dari ibadah kurban.
tirto.id - Pembagian daging selama pelaksanaan kurban mempunyai beberapa ketentuan. Di antaranya adalah sepertiganya bisa menjadi milik pihak yang berkurban. Sejumlah hikmah pun bisa didapatkan. Yakni bersyukur kepada Allah SWT dan dapat menjalin hubungan baik dengan sesama manusia.

Melalui firman-Nya, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk melakukan ibadah kurban. Dalam Al-Qur'an surah Al-Kautsar ayat 2, dituliskan bahwa: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ .

Maknanya ialah "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah),".

Selain itu, dalam sejumlah hadis juga telah diterangkan perihal ibadah kurban yang dilakukan selama 4 hari tersebut (di hari raya Idul Fitri dan hari-hari tasyrik).

Salah satu hadis dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Qurban.

"Sesungguhnya hewan Qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya."

"Dan sesungguhnya sebelum darah Qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Qurban itu," (HR Tirmidzi).

Menurut versi lain, dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:"Aku diperintahkan menyembelih kurban dan kurban tidak wajib bagimu,"(HR. Ad-Daruqutni).

Sementara dalam proses pembagian daging hewan kurban yang telah disembelih, terdapat beberapa ketentuan yang mengaturnya. Rasulullah SAW pernah bersabda:"Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah."

Mengutip laman NU Online melalui artikel dengan judul "Pembagian Daging Qurban dan Ketentuan Lain" karya Ishomuddin, pembagian daging hewan kurban ialah sepertiga untuk diri sendiri (orang yang berkurban), sepertiga disedekahkan, dan sepertiga sisanya disimpan.

Bahkan, bagi orang yang berkurban hukumnya adalah sunah jika memakan daging tersebut. Selain dapat diberikan untuk kerabat serta kepada para fakir miskin.

Sedangkan bentuk daging kurban yang disedekahkan ialah berupa daging segar serta dalam kondisi masih mentah. Dan tidak diperbolehkan untuk menjual bagian dari hewan kurban.

Hikmah Berkurban

Berkurban selama hari raya Idul Adha merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain dalam kaitan hubungan dengan Sang Maha Pencipta, ibadah kurban juga bisa memberikan manfaat bagi antar sesama manusia.

Berikut ini adalah sejumlah hikmah yang bisa dipetik dari ibadah kurban tersebut:

- Bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya. Dengan melangsungkan ibadah kurban, maka hal ini bisa menunjukkan bahwa ia telah bersyukur terhadap segala yang telah diberikan oleh-Nya.

- Menjalankan salah satu syariat Nabi Ibrahim AS kala ia diperintahkan untuk "menyembelih" sang putra. Melalui ibadah kurban, manusia diajarkan untuk tetap patuh dan teguh pada perintah-Nya.

- Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Dengan mau beribadah kurban, orang tersebut bakal membagikan daging kepada yang berhak. Artinya, secara langsung akan terjalin hubungan baik antar sesama manusia.

Hikmah lainnya adalah membelanjakan harta yang dimiliki di jalan Allah, menumbuhkan rasa kasih sayang antara yang mampu dengan tidak mampu, dan merupakan bentuk dari persahabatan. Selain itu, juga bisa meningkatkan gizi masyarakat melalui daging hewan yang dikonsumsi tersebut.


Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight