Menuju konten utama

#IAmMuslimNYC, Kampanye Lawan Islamofobia di New York

Kampanye melawan Islamofobia di New York atau #IAmMuslimNYC diluncurkan menyusul serangan bom Manhattan yang dituduhkan kepada seorang pria Amerika keturunan Afghanistan.

#IAmMuslimNYC, Kampanye Lawan Islamofobia di New York
Polisi mengawal perempuan muslim bernama Rose Hamid keluar dari lokasi sebelum dimulainya reli kampanye calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, di Charlotte, North Carolina, Kamis (18/8/2016). Trump selama ini mencitrakan dirinya anti-muslim yang bisa memicu Islamofobia di kalangan warga Amerika Serikat. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlo Allegri

tirto.id - Wali Kota New York, Bill de Blasio, mempelopori kampanye untuk melawan Islamofobia di salah satu kota teramai di Amerika Serikat itu. Kampanye yang digalakkan untuk menuntut kesetaraan hak ratusan ribu warga muslim di New York ini bermula dari tagar #IAmMuslimNYC yang digencarkan melalui media sosial.

Kampanye lawan Islamofobia di New York atau #IAmMuslimNYC diluncurkan pada Senin (26/6/2016) waktu setempat menyusul serangan bom Manhattan yang dituduhkan kepada seorang pria Amerika keturunan Afghanistan bernama Ahmad Khan Rahami.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, penting bagi setiap warga New York untuk bersatu sebagai satu kota dan menolak kebencian serta kekerasan," ucap Bill de Blasio sebagaimana dikutip Antara dari AFP.

"Kami tidak akan menoleransi diskriminasi atau kekerasan apa pun dan kami tidak akan berhenti sampai semua warga New York, termasuk saudara muslim kami, diperlakukan dengan kehormatan yang patut mereka terima."

Kampanye itu dimulai 10 hari setelah tersangka Ahmad Khan Rahami meledakkan sebuah bom di Manhattan dan melukai 29 orang. New York merencanakan lokakarya bulan depan untuk memberi para pegawai pemerintah kota serta pekerja publik dan swasta pemahaman yang lebih baik mengenai Islam.

Memasarkan kampanye menggunakan seluruh media akan berlangsung sampai pertengahan 2017, saat kampanye pemilihan wali kota. Bill de Blasio sendiri telah mempromosikan pendekatan inklusif dan multirasial sejak kampanye pertamanya tahun 2013 silam.

Baca juga artikel terkait NEW YORK

tirto.id - Hard news
Sumber: Antara
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Iswara N Raditya