Hujan Meteor Geminid 7-16 Desember 2018: 100 Bintang Jatuh Tiap Jam

Oleh: Said Nur - 10 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Hujan meteor Geminid berlangung sejak 7—16 Desember
tirto.id -
Hujan meteor Geminid bisa kembali dinikmati di penghujung tahun 2018 ini. Diperkirakan hujan meteor Geminid berlangung sejak 7—16 Desember, sedangkan 14 Desember Geminid akan mencapai puncak maksimum.

Sebagaimana dilansir In the Sky, setiap satu kali revolusi, bumi melewati jalur komet dan asteroid yang telah menyisakan puing-puing. Puing-puing itu bertabrakan dengan bumi lalu terbakar di ketinggian 70 hingga 100 km. Ketika terbakar, puing-puing itu terlihat seperti bintang jatuh.

Hujan meteor Geminid disebabkan oleh asteroid 3200 Phaethon. Dari Yogyakarta, 3200 Phaethon dapat dilihat saat langit malam, sekitar 18.38 WIB saat senja memudar, 42 derajat di atas ufuk timur laut. Kemudian akan mencapai titik tertinggi di langit pukul 20.24 WIB, 50 derajat di atas cakrawala utara dan dapat diamati sampai sekitar 00.19 WIB di sebelah atas ufuk barat laut.

Berdasarkan penghitungan menggunakan zenithal hourly rate (ZHR), diperkirakan akan ada 100 meteor per jam yang dapat terlihat.

Dari Yogyakarta, pancaran meteor akan muncul 42 derajat di atas ufuk timur laut saat tengah malam. Kemungkinan akan ada 68 meteor per jam yang dapat terlihat. Pancaran sinar di langit akan tinggi, sehingga memaksimalkan peluang melihat meteor.

Earth Sky menulis, hujan meteor Geminid di Amerika paling bagus diamati jam 2 pagi. Karena, semakin tinggi rasi bintang Gemini di langit, semakin banyak meteor yang mungkin dapat dilihat. Titik puncak bercahaya Geminid terjadi pada jam 2 pagi.

Bill Cook, pemimpin NASA meteorid Environment Office, mengatakan pada Newsweek bahwa pada titik puncak jam 2 dini hari tersebut akan terlihat sampai 100 hujan meteor.

“Mereka yang berada di bawah langit gelap, jauh dari lampu dan pinggiran kota, akan melihat sebanyak 100 meteor per jam, ketika Gemini berada di titik tertinggi pada jam 2 pagi,” kata Cook.

Hujan meteor Geminid dapat dilihat dengan mata telanjang. Cukup di bawah tempat terbuka yang gelap atau sedikit cahaya.

Sebagaimana ditulis oleh Washington Post, hujan meteor Geminid cenderung lebih lambat saat jatuh. Saat jatuh, meteor akan mengalami ionisasi dengan udara, lalu meninggalkan jejak halus.

Fenomena hujan meteor Geminid bisa disaksikan di seluruh belahan bumi, baik utara ataupun selatan. Di belahan bumi utara, meteor Geminid akan terlihat sepanjang malam bulan Desember. Di bagian selatan masih dapat dilihat, namun tergantung pada garis lintang.

Sangat mungkin untuk mengambil gambar hujan meteor Geminid. Pergerakan Geminid yang lambat memungkinkan lebih banyak cahaya yang tertangkap, cahayanya pun terang dan sering berwarna-warni. Hujan meteor Geminid dapat dipotret dengan kamera yang dapat menggunakan eksposure lebih dari satu menit.


Baca juga artikel terkait METEOR atau tulisan menarik lainnya Said Nur
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Said Nur
Editor: Yulaika Ramadhani
Kontributor: Said Nur