Hujan Asam: Penyebab, Dampak dan Solusi Pencegahannya

Oleh: Versatile Holiday Lado - 10 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hujan asam bisa memicu sejumlah dampak negatif, baik kepada alam, hewan hingga manusia. Pengurangan bahan bakar fosil diperlukan untuk mencegah hujan asam terjadi.
tirto.id - Hujan asam adalah istilah untuk segala bentuk presipitasi (pengendapan) dengan komponen berupa asam, seperti asam sulfat atau nitrat, yang jatuh ke tanah dari atmosfer dalam bentuk basah atau kering. Proses ini bisa berupa hujan, salju, kabut, hujan es atau bahkan debu yang bersifat asam.

Hujan asam memiliki tingkat keasaman atau pH di bawah normal, yakni kurang dari 5,6. Adapun hujan yang turun di wilayah Indonesia memiliki pH normal, sekitar 6.

Asamnya hujan ini dikarenakan kandungan karbondioksida atau CO₂ yang larut dengan air hujan itu dan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Hujan asam terjadi ketika sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX) menyebar di atmosfer setelah diangkut oleh angin atau arus udara.

SO2 dan NOX dapat bereaksi terhadap air, oksigen, dan bahan kimia lainnya untuk membentuk asam sulfat dan nitrat. Unsur-unsur itu kemudian bercampur dengan air dan bahan lainnya sebelum jatuh ke permukaan bumi.

Sebagian kecil SO2 dan NOX yang menyebabkan hujan asam berasal dari sumber alami, seperti erupsi gunung api. Sementara sebagian besarnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dari proses di pembangkit listrik, kendaraan bermotor dan alat berat, industri manufaktur, kilang minyak serta lainnya.

Dampak hujan asam bisa mempengaruhi tanaman, tanah, bangunan dan benda lain di permukaan bumi. Hujan ini bisa mengubah komposisi tanah dan air sehingga menjadi tidak layak untuk tanaman maupun hewan.

Misalnya, danau yang sehat memiliki pH 6,5 atau lebih tinggi. Hujan asam bisa meningkatkan tingkat keasaman air di danau itu sehingga banyak ikan berpotensi mati. Sebab, sebagian besar spesies ikan tidak dapat bertahan pada air dengan pH di bawah 5. Apabila pH air menjadi 4, danau tersebut akan dianggap mati.

Hujan asam pun dapat memperburuk kualitas batu kapur dan marmer pada bangunan. Selain itu, manusia juga bisa menerima dampak buruk hujan ini. Dampak hujan asam terhadap manusia, salah satunya karena fenomena alam ini bisa memicu penyakit tertentu. Contohnya, sakit paru- paru, penyakit kulit dan lain sebagainya.

Oleh karena banyak dampak negatif yang ditimbulkan, hujan asam perlu dicegah. Terdapat sejumlah solusi untuk mencegah terjadinya hujan asam.

Pertama, hujan asam bisa dicegah dengan membatasi penggunaan bahan bakar fosil serta beralih pada sumber energi baru dan terbarukan, seperti tenaga surya, angin, mikrohidro dan lainnya.

Kedua, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan bahan bakar fosil, serta mengutamakan pemakaian sarana transportasi umum, jalan kaki atau bersepeda.

Ketiga, menghemat atau mengurangi penggunaan listrik dari bahan bakar fosil dan menggantinya dengan sumber tenaga surya. Beberapa negara saat ini sudah merintis penggunaan tenaga surya untuk memproduksi listrik.


Baca juga artikel terkait HUJAN atau tulisan menarik lainnya Versatile Holiday Lado
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Versatile Holiday Lado
Penulis: Versatile Holiday Lado
Editor: Addi M Idhom
DarkLight