Pendidikan Kewarganegaraan

Hubungan Antargatra dalam Wawasan Nusantara

Kontributor: Anisa Wakidah, tirto.id - 6 Okt 2021 08:50 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Trigatra dan Pancagatra merupakan aspek penting dalam konsepsi Wawasan Nusantara.
tirto.id - Trigatra dan Pancagatra serta antargatra memiliki hubungan timbal balik yang erat yang disebut sebagai korelasi dan interdependensi.

Trigatra dan Pancagatra merupakan aspek penting dalam konsepsi Wawasan Nusantara.

Lebih lanjut, trigatra meliputi 3 aspek alamiah kehidupan nasional yaitu: aspek geografi, demografi (kependudukan), dan kekayaan alam.

Sedangkan, konsep Pancagatra merupakan aspek kemasyarakatan yang terdiri dari 5 aspek, yaitu: aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan.

Selanjutnya, pada konsep Trigatra disebutkan oleh Wiku Adisasmito bahwa di dalamnya terkandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap dan statis.

Dikutip dari modul PPKn SMA Kelas X disebutkan bahwa terdapat korelasi dan interdependensi antara Trigatra, Pancagatra dan antargatra itu sendiri.

Hubungan timbal balik itu meliputi:

1. Kemampuan bangsa dan Negara dalam mendayagunakan secara optimal gatra Alamiah (Trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional (Pancagatra) yang pada hakekatnya merupakan bagian penting dalam ketahanan nasional.

2. Hubungan antargatra dalam keseluruhan kehidupan nasional (Astagatra) terdapat dalam pengertian holistik ketahanan nasional, yaitu sebagai suatu tatanan yang utuh, menyeluruh, dan terpadu.

3. Kekuatan di salah satu atau beberapa gatra dapat dimanfaakan untuk memperkuat gatra lain serta mempengaruhi kondisi secara keseluruhan.

Sebaliknya kelemahan dari di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain.

4. Makna dari ketahanan nasional merupakan suatu resultan keterkaitan integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan dan bukan suatu penjumlahan ketahanan dari setiap gatranya.

Sementara itu, hubungan antargatra dijabarkan sebagai berikut:

1. Antara Gatra Geografi dan Kekayaan Alam

Kekayaan alam dapat mempengaruhi karakter geografi, juga sebaliknya karakter geografi sangat mempengaruhi jenis, kualitas dan persebaran kekayaan alam.

2. Antara Gatra Geografi dan Gatra Kependudukan

Karakter geografi mempengaruhi kehidupan dari penduduknya seperti bentuk-bentuk kehidupan dan penghidupan serta persebaran pendudukan.

Hal ini juga berlaku sebaliknya, gatra kependudukan sangat erat kaitannya dengan karakter geografi.

3. Antara Gatra Kependudukan dan Gatra Kekayaan Alam;

Kehidupan dan penghidupan pendudukan dipengaruhi oleh jenis, kualitas, kuantitas dan persebaran kekayaan alam, demikian pula sebaliknya jenis, kualitas, kuantitas dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor-faktor kependudukan khususnya kekayaan alam yang dapat diperbaharui.

Kekayaan alam mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Hubungan Antargatra dalam Pancagatra; Setiap gatra dalam Pancagatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain dan sebaliknya setiap gatra menerima kontribusi dari gatra-gatra lain secara terintegrasi.

a. Antara Gatra Ideologi dengan Gatra Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya, Pertahanan dan Keamanan

Memiliki maksud bahwa ideologi seluruh gatra dalam Pancagatra ditujukan untuk memelihara kelangsungan hidup bangsa dan pencapaian tujuan nasional sebagai suatu falsafah bangsa dan landasan idiil negara merupakan nilai penentu bagi kehidupan nasional.

b. Antara Gatra Politik dengan Gatra Ideologi, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan;

Artinya kehidupan politik bangsa dipengaruhi oleh bermacam hal yang saling berkaitan.

Dengan demikian, kehidupan politik yang mantap dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi, memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan.

Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran politik, tingkat kemakmuran ekonomi, ketaatan beragama, keakraban dan rasa keamanannya.

c. Antara Gatra Ekonomi dengan Gatra Ideologi, Politik, Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan;

Keadaan ekonomi yang stabil, maju dan merata menunjang stabilitas dan peningkatan ketahanan aspek lain.

Hal ini berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata, akan menyakinkan kebenaran ideologi yang dianut, mendinamisir kehidupan politik dan perkembangan budaya serta mendukung pengembangan Pertahanan dan Keamanan.

d. Antara Gatra Sosial Budaya dengan Gatra Ideologi, Politik, Ekonomi, Pertahanan dan Keamanan;

Keadaan yang terintegrasi secara serasi, stabil, dinamis, berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang di dalam suasana aman dan damai.

Hal tersebut akan berdampak positif dalam menyakinkan kebenaran ideologi, memberikan iklim yang kondusif untuk kehidupan politik yang berbudaya, kehidupan ekonomi yang tetap mementingkan kebersamaan serta kehidupan pertahanan dan keamanan yang menghormati hak-hak individu.

e. Antara Gatra Pertahanan dan Keamanan dengan Gatra Ideologi, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya;

Dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil, dinamis, maju dan berkembang di seluruh aspek kehidupan akan memperkokoh dan menunjang kehidupan ideologi, politik, ekonomi dan budaya.

Astagatra dalam Pendekatan Kesejahteraan dan Keamanan

Kesejahteraan dan keamanan tergantung dari peran dan sifat dari masing-masing gatra, yaitu:

(1) Gatra Alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk kesejahteraan maupun untuk keamanan.

(2) Gatra Ideologi, Politik dan Sosial Budaya mempunyai peranan sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan.

(3) Gatra Ekonomi mempunyai peranan lebih besar untuk kesejahteraan dari pada peranan untuk keamanan.

(4) Gatra Pertahanan dan Keamanan mempunyai peranan lebih besar untuk keamanan dari pada peranan untuk kesejahteraan.


Baca juga artikel terkait ANTARGATRA atau tulisan menarik lainnya Anisa Wakidah
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Anisa Wakidah
Penulis: Anisa Wakidah
Editor: Dhita Koesno

DarkLight