HP (Hewlett-Packard) Berencana PHK 9.000 Karyawan di Seluruh Dunia

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 8 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
HP berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi global.
tirto.id - Perusahaan pembuat PC dan printer, HP berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 500 karyawan di India sebagai bagian dari rencana restrukturisasi global yang tengah perusahaan tersebut lakukan.

Dilansir The Economic Times perusahaan mengumumkan pada Minggu lalu mereka berencana memangkas angkatan kerja sekitar 7.000-9.000 secara global pada 2022 untuk efisiensi biaya.

Perusahaan di India akan sangat diuntungkan dengan rencana restrukturisasi ini. Pihak HP menyatakan, pertumbuhan penjualan PC di India menurun.

"Akan ada pemutusan hubungan kerja di sini. Mereka sudah tidak lagi memproduksi model [PC] tertentu dan penjualannya melambat, di samping pesanan proyek dari pemerintah tidak konsisten," ujar salah seorang yang terpercaya dalam bidang ini.

Pihak HP menambahkan, rencana restrukturisasi ini adalah rencana global sehingga, jumlah pasti berapa posisi yang akan dihapuskan di setiap negara tidak disebutkan dengan detail.

"Tim [HP] India nampaknya akan memutus hubungan sekitar 500 karyawan. Meskipun India adalah area utama fokus produksi HP, tim India akan juga melihat dampak dari perekonomian global," kata Kris Lakshmikanth, CEO The Head Hunters India.

Perusahaan ini memiliki total 55 ribu karyawan di seluruh dunia. HP mengestimasikan rencana efisiensi ini akan memberikan pendapatan kotor tahunan sebanyak 1 miliar dolar AS pada akhir tahun fiskal 2022, Channel News Asia melansir.

Penghapusan posisi terhadap 7.000-9.000 karyawan global diperkirakan memotong 16% angkatan kerja mereka. PHK ini dilakukan untuk mempertahankan masa depan perusahaan.

"Untuk menciptakan kapasitas yang diperlukan untuk investasi bisnis, kami perlu membuat keputusan sulit yang akan berdampak pada beberapa kolega kami," kata seorang juru bicara HP Singapura.

"Kami mengambil langkah berani dan signifikan untuk memulai bagan baru kami," kata Enrique Lores, yang akan dilantik menjadi pejabat Kepala eksekutif Perusahaan.

"Kami melihat kesempatan signifikan untuk menciptakan nilai pemegang saham dengan cara memajukan sistem kepemimpinan kami, merombak industri, dan secara agresif mengubah cara kerja kami," lanjutnya.

Pengurangan tenaga kerja telah menjadi strategi jangka panjang, sebagaimana dilakukan pendahulunya, Hewlett Packard Co. (yang kemudian diteruskan oleh HP dan Hewlett Packard Enterprise), Anandtech menyebut.

Pada akhir 2011, perusahaan gabungan ini memiliki 349 ribu karyawan di seluruh dunia, dan beberapa tahun berikutnya Hewlett Packard mem-PHK 50 ribu pekerja. Lalu pada 31 Oktober 2019, Hewlett Packard Enterprise kembali mem-PHK 49 ribu orang.

Jika ditotal, secara keseluruhan perusahaan ini telah memutus hubungan kerja besar-besaran, salah satu yang terbesar dalam delapan tahun terakhir.


Baca juga artikel terkait PHK MASSAL atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight