Periksa Fakta

Hoaks/Fakta: Pesan tentang COVID-19 dari Zhong Nanshan

Oleh: Irma Garnesia - 2 Oktober 2020
Dibaca Normal 3 menit
Pesan terkait COVID-19 yang dikirim mengatasnamakan dr. Zhong Nanshan berisi informasi yang sifatnya salah sebagian.
tirto.id - Beberapa waktu lalu, pesan singkat dari dokter di China, dr. Li Wenliang tersebar di media sosial. Pesan tersebut mengklaim dr. Wenliang mengatakan bahwa bahan minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan coklat mampu menyembuhkan COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2.

Nyatanya, Wenliang tak pernah mengatakan hal tersebut karena sudah meninggal pada Februari karena COVID-19. Li Wenliang dipuji sebagai pahlawan. Kematiannya sempat memicu amarah warga China tidak hanya karena mereka merasa dibohongi oleh pemerintah, tetapi juga karena Wenliang diserang akibat mengungkapkan virus tersebut. Li meninggal ketika virus corona telah mencapai 30 ribu kasus di China.

Kali ini, pesan yang mirip tersebar atas nama dr. Zhong Nanshan, juga dari China. Dokter ini merupakan ahli paru Tiongkok yang menemukan coronavirus SARS pada 2003. Nanshan juga ditunjuk untuk menangani virus corona di Wuhan pada Februari lalu. Pesan yang disebarkan dengan menyebut nama dokter tersebut berbunyi seperti ini:

Dr. Zhong Nan San (Kepala Regu Pembasmi Covid19 di WuHan) menyarankan, pandemic ini cepat atau lambat akan menular secara global, dan tidak dpt dihindari.
Most important is: tingkatkan daya tahan tubuh, dan dia juga memberikan 5 cara utk meningkatkan ANTI BODY:
Tidak bisa hanya mengandalkan MASKER dan CUCI TANGAN. Teman2 dan Saudara2 sekalian, sebaiknya cepat2 meningkatkan ANTI BODY masing2.
Bagaimana caranya membuat ANTI BODY dlm waktu singkat?
  1. Setiap hari Harus Cukup Masa Tidur Minimum 7 JAM. Bagi orang2 yg masa tidur kurang dari 7 jam, akan mengalami penurunan ANTI BODY nya.
  2. Diwajibkan makan secara 'BAGUS'. Bukan maksud makan makanan yg mewah, tetapi maksudnya makan makanan yg ber PROTEIN tinggi.
Dan INGAT jangan makan GULA Begitu makan gula, reaksinya adalah menghentikan pembentukan Cell DARAH PUTIH selama 5 jam. Begitulah pentingnya memperbaiki pola makan kita.
  • Covid19 telah membentuk system pola hidupnya. Begitu memasuki musim dingin akan berkembang lebih cepat, Maka diperlukan banyak berjemur MATAHARI untuk membantu process terbentuknya vitamin D dlm darah.
Para Ahli Medis juga menemukan bahwa bagi orang yg rutin mengkonsumsi Vitamin D secara teratur, resiko kena infeksi tenggorokan menurun sekitar 60%. Jika tidak sempat berjemur matahari, boleh makan Vitamin D tablet sesuai dosis yg dianjurkan.
  1. Begitu pulang dari kantor, segera berkumur boleh dgn apa saja: Air panas, Air Garam hangat, Listerin, Teh hijau, semuanya berkhasiat sama.
  2. Dr. ZHONG NAN SAN juga menegaskan... pihak research dari Jepang, Israel, Finlandia telah menemukan bahwa dgn mandi AIR PANAS sekali dlm sehari, hasilnya meningkatkan suhu badan yg dpt mengurangi resiko tertular Covid19.
Para Ahli Medis ini juga memberitahu, kita cukup melakukan 4x mandi AIR PANAS dlm seminggu, resiko tertular Covid19 akan menurun sekitar 40%. Cukup Mandi Air Panas dgn suhu 40 derajat Celsius dan selama 5 menit sudah CUKUP.
Tidak perlu panik, selalu cuci tangan dan berkumur-kumur, pakai masker, hindari kerumunan.
Semoga Sehat Selalu

Tapi, benarkah pesan tersebut berasal dari dr. Zhong Nanshan? Bagaimana kebenaran dari poin-poin yang disampaikan pada pesan tersebut?


Penelusuran Fakta

Tirto tidak menemukan bukti bahwa dr. Zhong Nanshan benar-benar menuliskan pesan tersebut baik dalam Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, maupun Bahasa Indonesia pada pelbagai mesin pencarian. Pesan yang tersebar di media sosial ini juga tak menyebutkan sumber yang jelas.

Informasi di internet seputar dr. Nanshan adalah seputar prestasinya terkait pandemi SARS pada 2003 dan menanggulangi pandemi di Provinsi Guangdong, China. Nanshan saat ini merupakan presiden dari Asosiasi Medis China dari 2005 hingga 2009 dan saat ini adalah pimpinan redaksi Journal of Thoracic Disease. Ia juga terpilih sebagai salah satu dari 10 ilmuwan top China pada 2010.

Baru-baru ini pada bulan September, CGTN memberitakan bahwa Nanshan terpilih sebagai anggota panel yang ditunjuk WHO untuk meninjau respons terhadap COVID-19. Anggota panel tersebut termasuk dr. Joanne Liu, kritikus WHO yang blak-blakan saat memimpin Medecins Sans Frontieres (MSF) menghadapi wabah Ebola 2014-2016 di Afrika Barat, dan David Miliband, mantan sekretaris luar negeri Inggris yang menjabat CEO Komite Penyelamatan Internasional (IRC).

CGTN dan The Diplomat juga memberi sorotan terhadap prestasi Nanshan dan memberitakan peran dokter ini dalam menanggulangi COVID-19 pada masa awal pandemi.

Terkait pesan yang beredar, secara garis besar pesan tersebut berisi informasi yang bermanfaat. Misalnya, pesan untuk mencuci tangan, menggunakan masker, dan meningkatkan antibodi.

Cara menjaga antibodi yang disampaikan juga tepat. Seperti tidur yang cukup dengan durasi tujuh jam, dan makan makanan berprotein tinggi. Namun, pelarangan mengonsumsi gula kurang akurat.

Dalam artikel ilmiah berjudul "Role of sugars in human neutrophilic phagocytosis" oleh Albert Sanchez, et al. mengonsumsi gula secara berlebihan, dapat menurunkan kemampuan sel darah putih dalam melawan bakteri hingga 50 persen. Dalam artikel yang terbit pada yang terbit pada The American Journal of Clinical Nutrition, disebutkan bahwa efek ini bisa berlangsung selama lima jam. Konsumsi gula berlebihan yang dimaksudkan adalah sekitar 100 gram.

Selain itu, konsumsi gula berlebih juga bisa meningkatkan inflamasi pada tubuh, sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit, misalnya, seperti batuk dan pilek. Namun, tidak disebutkan bahwa gula dapat menghentikan pembentukan sel darah putih.

Kemudian, vitamin D juga penting untuk meningkatkan antibodi. Vitamin ini dibentuk lewat paparan sinar matahari terhadap tubuh. Cara lain untuk menjaga tubuh tetap membentuk vitamin D adalah dengan konsumsi makanan/minuman yang mengandung vitamin ini seperti telur, susu, daging merah, dan ikan. Selain itu, konsumsi tablet vitamin D dengan dosis tertentu juga dapat membantu.

Namun, kami belum menemukan bahwa mengonsumsi vitamin D secara teratur dapat menurunkan risiko terkena infeksi tenggorokan menurun sebesar 60 persen.

Selanjutnya, berkumur dengan air hangat, air garam, dan teh hijau memang dapat menghilangkan bakteri dari mulut. Teh hijau juga berfungsi sebagai antioksidan, menghambat pertumbuhan plak pada gigi, dan menekan perkembangan radang. Namun, perawatan ini tidak menurunkan risiko seseorang terkena COVID-19.

Terkait saran mandi air hangat yang diklaim dapat menurunkan risiko tertular COVID telah dibantah oleh pusat studi Harvard T.H. Chan.


Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan fakta yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa informasi yang tersebar di media sosial tersebut bersifat salah sebagian (partly false).

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight