Hebatkah Barcelona Tanpa Lionel Messi & Rencana Pensiun La Pulga

Oleh: Fitra Firdaus - 6 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hebatkah Barcelona tanpa Lonel Messi? Usai Bartomeu menyebut La Pulga pensiun 3-4 tahun lagi, Barca layak bersiap lepas dari Messidependencia.
tirto.id - Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu mengklaim Lionel Messi akan pensiun dalam 3 atau 4 tahun ke depan di klub Catalunya tersebut. Jika hal itu terjadi, hebatkah Barca tanpa La Pulga yang selama ini jadi tempat bergantung mereka dengan istilah "Messidependencia"?

"Messi yang berkata sendiri bahwa ia ingin mengakhiri karier profesional di Barcelona, satu-satunya klub untuknya. Saya tidak ragu, ketika ia merampungkan karier dalam 3-4 tahun, pasti hal itu terjadi di sini, di Barcelona," kata Bartomeu kepada beIN SPORTS.

Ucapan sang presiden Barcelona seakan menepis kegelisahan fans Barcelona mengingat kontrak Lionel Messi saat ini akan habis pada 30 Juni 2021, atau hanya setahun lagi. Namun, di sisi lain, hal ini juga menyiratkan, Barca perlu mencari alternatif secepatnya sebelum La Pulga gantung sepatu.

Selama ini, peran Lionel Messi di Barcelona demikian mencolok. Musim 2019/2020 saja, ia mencetak 25 gol dan melepaskan 21 assist di Liga Spanyol. Dari jumlah tersebut saja, terlihat Messi berpengaruh atas 53,49 persen gol Barca di kompetisi domestik.

Ada ketimpangan jumlah gol dan assist Messi dibandingkan rekan setimnya. Urusan membobol gawang lawan, di bawah Messi ada Luis Suarez (16 gol), diikuti Antoine Griezmann (9 gol), Arturo Vidal (8 gol), Ansu Fati (7 gol), dan Arthur (3 gol).

Sementara itu jika berkaca dari assist, nama-nama lain di bawah Messi adalah Suarez (8 assist), Jordi Alba (5 assist), Griezmann (4 assist), Arhur, dan Ivan Rakitic (sama-sama 2 assist).

Dari statistik Whoscored, musim ini Lionel Messi tercatat menjadi man of the match dalam 22 pertandingan di Liga Spanyol.

Ini termasuk 7 penampilan dengan nilai 10, yaitu ketika melawan Sevilla (4-0), Real Valladolid (5-1), Real Mallorca (5-2), Levante (2-1), Real Betis (menang 2-3 di away), Eibar (5-0), Mallorca (menang 0-4 di away), dan Alaves (menang 0-5 di away).

Bahkan ketika Barcelona kalah 1-2 dari Osasuna di jornada 37 dan harus merelakan gelar juara LaLiga 2019/2020 untuk Real Madrid, Messi tetap jadi man of the match dengan nilai 9,34. Namun, pemain terbaik kedua Barca di laga tersebut adalah Sergi Roberto dengan nilai 6,9.


Barcelona dan Masalah Messidependencia


Ketergantungan Barcelona terhadap Lionel Messi, atau oleh media Spanyol disebut Messidependencia, sebenarnya sudah diembuskan cukup lama. Barca membutuhkan Messi baik untuk menjadi kreator serangan maupun juru tembak.

Ia memiliki rata-rata key pass terbanyak dalam setiap pertandingan (2,7 kali). Di sisi lain, jumlah rata-rata tembakan Messi setiap laga (4,8 kali) jauh lebih tinggi pula dari Luis Suarez (2,8 kali), Griezmann (1,6 kali), atau Ansu Fati (1,4 kali).

Jose Mourinho, yang kini menjadi pelatih Tottenham, dalam wawancara khusus dengan beIN SPORT pernah menyentil Messidependencia. Menurutnya, Barca memang membentuk tim yang mendukung kapasitas La Pulga sebagai jenius sepak bola.

Messi memperoleh umpan jauh dari bek sekelas Gerard Pique, juga punya kombinasi mematikan dengan Jordi Alba yang bergerak di sisi kiri pertahanan lawan.

Selain itu, Messi berpartner dengan penyerang sekelas Luis Suarez yang sering membuka ruang untuknya. Tugas defensif LaPulga juga berkurang karena ada Ivan Rakitic yang menutup celah yang ditinggalkannya di sektor kanan.

Namun, Mourinho juga memunculkan pertanyaan lain, "Barcelona seperti apa yang kita punya ketika Messi pulang kampung (ke Argentina)?"

Baca juga artikel terkait HEBATKAH BARCELONA TANPA LIONEL MESSI atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH
DarkLight